Padahal dalam dua tahun terakhir, Cole Palmer berkembang menjadi salah satu ikon baru Chelsea.
Setelah meninggalkan Manchester City, Palmer tampil luar biasa di Stamford Bridge. Ia menjadi simbol kebangkitan Chelsea lewat gol-gol penting, assist, hingga ketenangannya dalam laga besar.
Fans bahkan memberi julukan “Cold Palmer” karena ekspresinya yang selalu dingin di bawah tekanan.
Namun sepak bola memang sering berjalan kejam.
Baca Juga:Arne Slot Jawab Kritik Mohamed Salah soal LiverpoolEmil Audero dan Elkan Baggott Masuk! Ini Skuad Sementara Timnas Indonesia
Dalam hitungan bulan, pemain yang sempat diprediksi menjadi masa depan Timnas Inggris itu kini justru harus menyaksikan Piala Dunia dari rumah.
Tantangan Baru untuk Cole Palmer
Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, perjalanan Cole Palmer jelas belum selesai.
Usianya masih muda, kualitasnya tetap diakui, dan Chelsea masih menjadikannya pusat proyek jangka panjang klub. Bahkan kontraknya di Stamford Bridge masih berjalan panjang hingga 2033.
Kini, tantangan terbesar Palmer adalah membuktikan bahwa keputusan Thomas Tuchel salah.
Dan dalam dunia sepak bola, tidak ada bahan bakar yang lebih berbahaya daripada rasa kecewa seorang pemain berbakat.
