Data panasnya begini, dalam game Cyberpunk 2077:
- Lisuan 7G100: 88 FPS (FSR3 Quality)
- NVIDIA RTX 4060: 232 FPS
- Intel Arc B580: 243 FPS
Masih dalam game berat, Black Myth: Wukong (1080p, High) mencatatkan:
- Lisuan 7G100: 56 FPS
- NVIDIA RTX 4060: 115 FPS
- Intel Arc B580: 81 FPS
Bahkan game balap Forza Horizon 5, rata-rata framerate turun drastis menjadi setengah dari bahkan Intel Arc B580 yang notabene adalah kartu grafis entry level. Secara hitungan kasar, performa kartu ini hanya sekitar 45 persen dari kemampuan RTX 4060, atau sedikit setara RTX 3060. Federasi setempat bahkan mengakui bahwa mereka masih harus membenahi sisi driver dan sistem pendinginan, karena sering terjadi thermal throttling atau penurunan performa drastis akibat kepanasan.
Dongkrak Moral Pengembangan? Untung Ada yang Positif
Meski hasilnya cukup mengecewakan, tidak bisa dipungkiri bahwa langkah ini menjadi pencapaian pribadi yang sangat besar. Secara historis, China gagal dengan Moore Threads MTT S80 yang bahkan tidak bisa menjalankan DirectX 12. Sedangkan Lisuan 7G100 setidaknya bisa menjalankan puluhan game modern tanpa banyak kendala kompatibilitas meski dengan frame rate rendah, bahkan driver-nya sudah terintegrasi resmi dengan Windows.
Ini adalah sebuah kemajuan yang signifikan. Dalam waktu dekat, kebutuhan akan akselerator AI dalam server pusat data merupakan ranah yang lebih strategis, sementara untuk pasar konsumen masih akan bergantung pada vendor besar. Setidaknya, ini menjadi langkah perdana agar tidak terjadi kebergantungan total terhadap perusahaan asing dalam jangka panjang.
