RADARCIREBON.TV – Usai pertandingan dramatis yang menentukan nasib klub, biasanya semua mata akan tertuju kepada sang pahlawan. Namun, setelah adu penalti yang menentukan tiket Ajax Amsterdam ke Liga Konferensi Eropa (UECL) pada Senin (25/5/2026), sebuah pemandangan aneh terjadi di Stadion Kras di Volendam. Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, yang baru saja menggagalkan dua tendangan penalti penentu, justru mendapat perlakuan dingin dari rekan-rekan setimnya.
Ajax sebelumnya bermain imbang 1-1 dengan FC Utrecht hingga perpanjangan waktu. Lalu muncullah sang kiper yang dibeli dari Dallas. Dalam adu penalti yang menentukan, Maarten Paes berhasil membaca arah bola dan menggagalkan tembakan Sebastien Haller dan Souffian El Karouani untuk memastikan kemenangan Ajax dengan skor akhir 4-3. Namun, alih-alih dirayakan dan dikerubungi para pemain seperti yang biasanya terjadi dalam skenario seperti itu, kiper Timnas Indonesia itu malah nyaris tidak diacuhkan.
‘Kurang Ajar’, De Telegraaf Soroti Perilaku Dingin Rekan Setim
Baca Juga:Timnas Indonesia FIFA Matchday: 44 Pemain Dipanggil, Pertahanan Jadi SorotanMegawati Absen di Turnamen Korea, Timnas Voli Putri Vietnam Sudah Kumpul
Salah satu media terbesar di Belanda, De Telegraaf, menyoroti sikap dingin para pemain Ajax ini yang dinilai kontras dengan perjuangan sang kiper. Beredar video yang menunjukkan bahwa setelah Paes menepis tendangan penalti terakhir, hanya sedikit rekan setim yang mendekat, dan tidak ada yang memberikan apresiasi berlebihan kepada Paes yang baru saja menjadi pahlawan mereka.
Media Belanda itu menggambarkan perilaku para pemain Ajax sebagai tidak hormat atau kurang ajar kepada pahlawan mereka sendiri. Fenomena ini menjadi bahan perbincangan hangat di Negeri Kincir Angin, terutama karena Paes sejatinya telah menyelamatkan wajah klub Amsterdam tersebut dari kegagalan total pada musim ini.
Merepotkan, Karier Sebagai Kiper Inti di Ajax Masih Misterius
Padahal, performa gemilang ini merupakan bentuk pembuktian atas kritik pedas yang ia terima sejak didatangkan pada Januari 2026 sebagai pemain pinjaman darurat. Sebelumnya, media Belanda ramai-ramai meragukan kapasitas Paes karena dianggap kurang populer dan lemah dalam membangun serangan.
Namun, pelatih dan manajemen klub pun dihadapkan pada teka-teki besar: apakah mereka akan mempertahankannya sebagai kiper nomor satu? Mike Verweij dari De Telegraaf menyatakan bahwa Ajax tetap akan seratus persen mendatangkan kiper baru pada musim panas nanti, mencari kiper yang lebih sesuai dengan gaya permainan mereka yang mengutamakan penguasaan bola.
