Faktor Internal:
- Kebijakan satu pintu ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menuai sorotan dari
- lembaga pemeringkat internasional seperti S&P dan Moody’s
- Pasar saham domestik masih negatif, risk appetite investor asing belum pulih
- Likuiditas pasar menipis akibat libur panjang Idul Adha dan cuti bersama
Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan kebijakan satu pintu ekspor melalui DSI membuat kaget para pemeringkat internasional. S&P menyoroti langkah Indonesia dalam kebijakan sentralisasi ekspor komoditas utama yang dinilai sulit diterapkan dalam waktu singkat .
Moody’s juga menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan ketidakseimbangan mekanisme pasar akibat pola perdagangan yang berubah. “Ini membuat masalah tersendiri sehingga wajar arus modal asing keluar dari Indonesia. Ini yang membuat rupiah melemah,” ujar Ibrahim, Rabu (27/5/2026) .
Prediksi Pergerakan Rupiah
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah pada Kamis (28/5/2026) masih akan bergerak di kisaran Rp17.700 – Rp17.850 per dolar AS .
Baca Juga:Bank Indonesia Kuras Cadangan Devisa 10 Miliar Dollar AS demi Selamatkan Rupiah, Ini Penjelasan Perry WarjiyoSiap-Siap! Prediksi Harga Emas 2026 Bisa Tembus 5.040 US Dollar Akibat Grot Bullish
Sementara Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.790 – Rp17.850 per dolar AS .
Menurut para analis, rupiah sulit untuk menguat dalam waktu dekat kecuali ada perkembangan positif seputar proposal damai AS dan intervensi signifikan dari Bank Indonesia .
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menyikapi pelemahan rupiah ini. Bagi yang memiliki kebutuhan transaksi valuta asing, disarankan untuk memantau pergerakan kurs secara rutin dan melakukan transaksi di waktu yang tepat.
Bagi pelaku usaha yang bergantung pada impor, pelemahan rupiah tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun di sisi lain, sektor ekspor justru bisa mendapat keuntungan dari situasi ini.
