Bank Indonesia Kuras Cadangan Devisa 10 Miliar Dollar AS demi Selamatkan Rupiah, Ini Penjelasan Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat di gedung BI Foto: @perrywarjiyo76
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Bank Indonesia (BI) membelanjakan cadangan devisa sekitar 10 miliar dollar AS sejak awal tahun 2026 untuk mengintervensi pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Rupiah terus mengalami tekanan pelemahan sepanjang tahun ini.

Langkah intervensi melalui pasar spot di dalam dan luar negeri tersebut memicu penurunan cadangan devisa Indonesia. Posisi turun dari 156,5 miliar dollar AS pada akhir Desember 2025 menjadi 146,2 miliar dollar AS per akhir April 2026.

Penurunan ini cukup signifikan. Namun BI menilai masih dalam batas aman.

Baca Juga:Rupiah Sentuh Rp17.728 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Inflasi AS Jadi Biang KerokBreaking! IHSG Turun Tajam 2% Lebih, Rupiah Melemah, Sentimen Global Memburuk

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa tersebut terjadi akibat aksi bank sentral melakukan intervensi tunai secara langsung di pasar.

Karena itu cadangan devisa kami juga turun. Jangan kaget, turun sekitar 10 miliar dollar AS. Tapi jumlah intervensi ini baru spot, baru tunai, ujar Perry Warjiyo saat rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Intervensi Tidak Hanya Pakai Cadangan Tunai

Guna mencegah pengurasan cadangan devisa yang lebih besar, Bank Indonesia mengombinasikan kebijakan tersebut dengan instrumen intervensi lain. Beberapa di antaranya adalah hedging, swap, forward, serta menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Penurunan cadangan devisa yang sekitar 10 miliar dollar AS itu baru sebagian saja intervensi yang tunai ini. Karena yang sebagian besar lebih dari dua per tiga itu adalah untuk secara swap sama hedging. Karena ini adalah supaya tidak semuanya menguras cadangan devisa, jelas Perry.

Dengan kombinasi instrumen ini, BI berusaha menstabilkan rupiah tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak cadangan devisa tunai. Strategi ini dinilai lebih efisien.

Cadangan Devisa Masih Aman

Otoritas bank sentral menyatakan bahwa sisa cadangan devisa saat ini masih berada dalam kategori aman. Jumlahnya masih cukup untuk menopang perekonomian nasional.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menambahkan bahwa jumlah cadangan devisa per akhir April 2026 setara dengan 114 persen dari standar kecukupan internasional yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Bournemouth vs Man City: Rodri Kembali, Cherki Starter, Christie AbsenJadwal Lengkap Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Negara Tuan Rumah, Simak Daftar Pertandingan Grup A hingga L!

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar 146,2 miliar dollar AS. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional, ungkap Ramdan dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

0 Komentar