RADARCIREBON.TV – Kejutan demi kejutan terus ditorehkan tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan, di KFF Singapore Badminton Open 2026. Kini ia akan melakoni babak perempat final melawan wakil Jepang, Kodai Naraoka, hari ini Jumat (29/5/2026).
Alwi Farhan mendapat jadwal sebagai laga kesembilan di Court 1. Pertandingan ini akan berlangsung setelah delapan laga sebelumnya selesai, diperkirakan sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB tergantung durasi pertandingan.
Alwi Farhan Penuh Percaya Diri Usai Tumbangkan Shi Yu Qi
Alwi datang dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Ia baru saja membuat kejutan besar di babak 16 besar dengan menumbangkan unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi. Kemenangan itu membuat nama Alwi melambung dan menjadi sorotan dunia bulu tangkis.
Baca Juga:Rekap Hasil Singapore Open 2026, Selasa 26 Mei: Alwi Farhan Beri Kejutan!Alwi Farhan vs Shi Yu Qi di Babak 16 Besar Singapore Open 2026, Jam Tayang dan Link Streaming
Pemain berusia 21 tahun ini membuktikan bahwa ia bukan sekadar pelapis. Ia mampu bersaing dengan pemain-pemain top dunia. Kini ia ingin membuktikan bahwa pencapaiannya tidak berhenti sampai di situ.
Kodai Naraoka, Lawan Tangguh dari Jepang
Lawan yang dihadapi Alwi di babak perempat final adalah Kodai Naraoka dari Jepang. Naraoka dikenal memiliki pertahanan solid, rajin, dan daya juang yang sangat tinggi. Ia termasuk pemain yang sulit dimatikan.
Pertandingan melawan Naraoka diprediksi akan berlangsung lama dan menguras tenaga. Alwi harus siap secara fisik dan mental. Ia tidak boleh terpancing dengan permainan reli panjang yang menjadi ciri khas Naraoka.
Ini akan menjadi ujian besar bagi Alwi. Jika berhasil melewati Naraoka, ia akan melenggang ke babak semifinal dan semakin dekat dengan gelar juara.
Peluang Alwi Menuju Semifinal
Meskipun Naraoka adalah lawan yang tangguh, peluang Alwi untuk menang tetap terbuka lebar. Kondisi lapangan dan dukungan penonton juga bisa menjadi faktor tambahan yang menguntungkan.
Kunci kemenangan Alwi ada pada variasi serangan dan kemampuan membaca permainan lawan. Ia harus berani mengambil risiko dan tidak bermain terlalu aman. Kecepatan dan ketepatan pukulan di momen-momen kritis akan sangat menentukan.
Satu hal yang pasti, Alwi sudah tidak memiliki beban lagi. Ia sudah melebihi ekspektasi dengan lolos sejauh ini. Tapi ia pasti ingin lebih dari itu.
