Jose Mourinho Ungkap Alasan Kembali ke Real Madrid, Tegaskan Tak Punya Dendam dengan Barcelona

foto
Jose Mourinho/ (Foto: X @SLBenfica)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Jose Mourinho akhirnya blak-blakan mengenai alasannya mau kembali menukari Real Madrid. Pelatih kawakan asal Portugal ini menegaskan bahwa keputusannya pulang ke Santiago Bernabeu murni didasari oleh rasa cinta, bukan karena motivasi lain, apalagi urusan dendam masa lalu dengan Barcelona.

Bulan lalu, manajemen Real Madrid secara resmi mengumumkan penunjukan kembali Mourinho dengan ikatan kontrak berdurasi dua tahun.

Penunjukan ini sekaligus menandai kembalinya sang The Special One ke Madrid setelah 13 tahun berpisah sejak kepergiannya pada 2013 silam.

Baca Juga:4 Rekomendasi Smart TV Digital Murah Terbaik 2026, Pas Buat Nobar Piala Dunia Bareng KeluargaMessi dan Ronaldo Belum Habis, Mbappe-Haaland Mulai Menggoyang Dominasi di Piala Dunia 2026

Pada periode pertamanya (2010–2013), Mourinho dikenal sebagai musuh bebuyutan Barcelona yang kala itu sedang jaya-jayanya di bawah asuhan Pep Guardiola.

Selama tiga musim tersebut, Mourinho sukses mempersembahkan satu trofi La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol untuk publik Madrid.

Sepanjang karier kepelatihannya, Barcelona memang seperti takdir yang tak bisa dihindari oleh Mourinho. Selain bersama Madrid, ia pernah menyingkirkan Barca di semifinal sebelum membawa Inter Milan menjuarai Liga Champions 2010.

Catatan statistik menunjukkan, setelah Liverpool, Barcelona adalah tim yang paling sering dihadapi Mourinho. Total ia sudah 27 kali beradu taktik melawan Blaugrana, dengan rekor 8 kali menang, 9 kali imbang, dan 10 kali menelan kekalahan.

Meski sejarah rivalitasnya dengan Barca terbilang sangat panas, Mourinho membantah keras anggapan bahwa dirinya anti-Barcelona.

“Pada akhirnya, saya tidak membantah kalau saya cinta Real Madrid, dan inilah alasan saya kembali. Tapi saya sama sekali tidak punya dendam dalam hubungannya dengan Barcelona,” ujar Mourinho dalam wawancaranya bersama Vanity Fair, seperti dilansir dari ESPN.

Bagi pelatih berusia 63 tahun tersebut, rivalitas panas di atas lapangan justru menjadi bumbu terbaik yang mematangkan kariernya.

Baca Juga:Hasil Grup C Piala Dunia 2026: Brasil dan Maroko Lolos ke 32 Besar, Skotlandia TersingkirResmi! Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Erick Thohir Ungkap Penyebabnya

“Saya cuma menikmati bertanding melawan mereka karena dalam sepakbola, Anda menikmati bermain melawan yang terbaik. Yang terbaik mendorong Anda untuk jadi lebih baik,” lanjutnya.

Mourinho juga merasa bahwa intensitas pertemuannya dengan Barcelona sudah diatur oleh takdir sepak bola.

“Tapi sepakbola adalah sepakbola, dan saya sering banget melawan Barcelona, mulai di Chelsea sebelum saya ke Inter. Laga-laga besar Liga Champions bersama Chelsea, kemudian Inter, dan kemudian saya pergi ke Real Madrid. Saya kira takdir yang membawa kami saling berhadapan,” pungkasnya.

0 Komentar