Penurunan Kolagen Sudah Dimulai Sejak Usia 20 Tahun
Elizabeth Lisa menjelaskan bahwa produksi kolagen sebenarnya mulai menurun sejak seseorang memasuki usia 20 tahun.
Ia menyebutkan bahwa kolagen berkurang sekitar satu persen setiap tahun. Saat memasuki usia 40 tahun, sekitar 20 persen kolagen alami tubuh telah hilang.
Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan sejak dini menjadi pilihan yang lebih baik dibanding menunggu tanda-tanda penuaan berkembang semakin banyak yang pada akhirnya membutuhkan perawatan dengan biaya lebih besar.
Baca Juga:Cara Cek Status Tilang ETLE Secara Online, Wajib Konfirmasi agar STNK Tidak DiblokirCantik Alami Ala Tropis: Khasiat Air Kelapa Untuk Perawatan Kulit WajahÂ
Jangan Mudah Tergiur Tren Perawatan yang Viral
Perkembangan media sosial membuat berbagai konten kecantikan dan prosedur estetika semakin mudah ditemukan. Kondisi ini juga mendorong banyak orang tertarik mencoba treatment yang sedang populer.
Namun, Elizabeth Lisa mengingatkan agar masyarakat, khususnya Gen Z yang baru pertama kali menjalani prosedur estetika, tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan tren yang sedang viral.
Perawatan Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Kulit
Menurutnya, konsultasi bersama dokter yang kompeten tetap menjadi langkah utama sebelum menjalani treatment apa pun.
Dokter akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi kulit, anatomi wajah, proporsi, simetri, hingga ekspresi wajah agar hasil akhirnya tetap harmonis, aman, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
Dengan pendekatan tersebut, setiap tindakan estetika dapat memberikan hasil yang optimal tanpa menghilangkan karakter alami wajah.
Kombinasi Treatment Estetika Kini Semakin Banyak Dipilih
Seiring berkembangnya teknologi di bidang estetika, penggunaan kombinasi beberapa prosedur kini menjadi pendekatan yang semakin diminati dibanding hanya mengandalkan satu jenis treatment.
Salah satu kombinasi yang mulai banyak digunakan adalah collagen stimulator PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid-Sterile Carboxymethylcellulose) bersama filler yang menggunakan teknologi NASHA dan OBT.
Baca Juga:Resmi Menikah, Taylor Swift dan Travis Kelce Rayakan Momen Bahagia di New YorkMengapa Gaun Pengantin Identik dengan Warna Putih? Ini Fakta Sejarahnya
Cara Kerja Kombinasi PLLA-SCA dengan Filler NASHA dan OBT
Elizabeth Lisa menjelaskan bahwa collagen stimulator PLLA-SCA bekerja dengan merangsang pembentukan kolagen alami tubuh. Efeknya membantu meningkatkan elastisitas kulit, membuat kulit lebih kencang, serta memberikan efek lifting secara bertahap.
Sementara itu, filler dengan teknologi NASHA dan OBT memiliki fungsi yang berbeda sesuai area wajah.
NASHA digunakan pada area yang membutuhkan struktur lebih kuat, sedangkan OBT diterapkan pada bagian wajah yang lebih aktif bergerak karena memiliki karakter yang lebih fleksibel.
