RADARCIREBON.TV – Gaun pengantin berwarna putih sudah lama menjadi pilihan utama dalam berbagai upacara pernikahan. Di Indonesia, warna putih identik dengan prosesi akad nikah maupun pemberkatan, sebelum pasangan pengantin mengenakan busana adat dengan warna yang lebih beragam saat resepsi.
Meski kini tersedia banyak pilihan warna gaun pengantin, warna putih tetap menjadi simbol yang paling populer. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan gaun pengantin putih ternyata bukan berasal dari tradisi kuno, melainkan berawal dari sebuah tren yang kemudian mendunia?
Sejarah Gaun Pengantin Putih Berawal dari Ratu Victoria
Sejarah gaun pengantin putih tidak lepas dari sosok Ratu Victoria dari Kerajaan Inggris. Pada tahun 1840, saat menikah dengan Pangeran Albert, Ratu Victoria memilih mengenakan gaun berwarna putih tulang yang terbuat dari satin sutra.
Baca Juga:AirAsia Resmi Hentikan Penerbangan Langsung Jakarta-Singapura Mulai 1 Juli 2026Ingin Tampil Seperti Mempelai? Yuk Coba 20 Prompt Gemini AI Foto Gaun Pengantin: Hasil Mewah & Menawan
Keputusan tersebut menjadi perhatian besar pada masanya karena berbeda dari kebiasaan pengantin kerajaan sebelumnya yang lebih sering mengenakan busana berwarna merah. Warna merah saat itu dianggap sebagai simbol kemewahan dan keanggunan.
Pilihan yang Kemudian Menjadi Tren Dunia
Bukan hanya Ratu Victoria yang tampil dengan warna putih. Sebanyak 12 pengiring pengantin dalam upacara tersebut juga mengenakan busana dengan warna senada.
Pilihan busana yang tidak biasa itu kemudian menarik perhatian kalangan bangsawan Eropa. Seiring waktu, gaun pengantin putih mulai ditiru dan akhirnya menjadi tren yang menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Putri Philippa Pernah Lebih Dulu Mengenakan Gaun Putih
Meski Ratu Victoria dikenal sebagai tokoh yang mempopulerkan gaun pengantin putih, sebenarnya ia bukan orang pertama dari keluarga Kerajaan Inggris yang mengenakan warna tersebut.
Sudah Dipakai Sejak Tahun 1406
Dalam catatan sejarah, Putri Philippa pernah mengenakan gaun pengantin putih pada tahun 1406. Namun, pilihan busana tersebut tidak berkembang menjadi tren pada masa itu sehingga belum banyak diikuti oleh masyarakat maupun kalangan bangsawan lainnya.
Barulah setelah pernikahan Ratu Victoria pada 1840, gaun pengantin putih mulai mendapat perhatian luas dan menjadi simbol baru dalam pesta pernikahan.
