3. Bilas satu per satu di bawah air mengalir
Setelah proses perendaman selesai, angkat daun satu per satu lalu bilas menggunakan air mengalir hingga bersih.
Cara ini dinilai lebih efektif dibanding hanya merendam seluruh sayuran tanpa membilasnya kembali.
4. Keringkan sebelum disimpan atau dikonsumsi
Usai dicuci, keringkan sayuran menggunakan salad spinner atau tisu dapur yang bersih.
Baca Juga:Masih Sering Membuang Air Rebusan Sayur? Ketahui 5 Manfaatnya untuk TanamanIngin Bakar Lemak Tubuh? Coba Tambahkan 6 Sayuran Ini ke Menu Harian
Mengurangi sisa air pada permukaan daun dapat membantu menghilangkan kotoran yang masih tersisa sekaligus memperlambat proses pembusukan saat penyimpanan.
Perlukah Sayuran Direbus Sebentar?
Teknik blanching untuk sayuran tertentu
Beberapa jenis sayuran berdaun yang memiliki tekstur lebih kokoh, seperti:
- Bayam
- Brokoli
- Kale
dapat dibersihkan dengan tambahan teknik blanching atau merebus sebentar.
Caranya yaitu memasukkan sayuran ke dalam air mendidih selama beberapa saat, kemudian segera memindahkannya ke dalam air es agar proses pematangan berhenti.
Menurut pakar keamanan pangan dari Penn State University, Martin Bucknavage, teknik blanching juga umum dilakukan sebelum sayuran dibekukan. Selain membantu mempertahankan warna, cara ini juga dapat menjaga tekstur sayuran setelah dicairkan kembali.
Ia juga menjelaskan bahwa blanching memiliki manfaat tambahan karena mampu menghancurkan kuman yang menempel pada sayuran sehingga memiliki fungsi sanitasi.
Tidak semua sayuran cocok diblanching
Meski bermanfaat untuk beberapa jenis sayuran, blanching tidak disarankan diterapkan pada sayuran bertekstur lembut seperti selada.
Baca Juga:Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di Final SEA V Cup 2026, Merah Putih Bidik GelarVeda Ega Pilih Nikmati Musim Debut Moto3 2026, Tak Ingin Terbebani Target
Paparan panas dapat mengurangi kerenyahan daun sekaligus memengaruhi cita rasanya, sehingga kualitas sayuran justru menurun.
Hindari Menggunakan Sabun atau Cairan Pembersih
Para ahli mengingatkan agar tidak mencuci sayuran menggunakan sabun, pemutih, maupun cairan pembersih rumah tangga.
Bahan-bahan tersebut berpotensi meninggalkan residu yang dapat terserap ke dalam daun dan justru membahayakan kesehatan apabila ikut terkonsumsi.
Air mengalir tetap menjadi cara yang dianjurkan, dipadukan dengan teknik pencucian yang benar agar risiko kontaminasi dapat diminimalkan.
