Harga Buyback Emas UBS 20 Juli 2026: Stagnan Tiga Hari di Rp 2,286 Juta per Gram, Harga Jual Justru Turun

Harga Emas UBS Hari Ini 23 Juni 2026
Harga Emas UBS Hari Ini 23 Juni 2026 foto : pexels
0 Komentar

Untuk harga jual, emas UBS saat ini berada di posisi Rp 2.588.000 per gram, hanya Rp 1.000 lebih mahal dibandingkan Galeri 24 yang dibanderol Rp 2.587.000 per gram. Spread atau selisih antara harga jual dan buyback UBS tercatat Rp 302.000 per gram, yang merupakan yang tertinggi di antara ketiga merek tersebut.

Apa Itu Emas UBS?

Emas UBS adalah produk emas batangan yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), sebuah perusahaan swasta yang telah lama berkecimpung dalam industri logam mulia di Indonesia. UBS dikenal sebagai salah satu produsen emas batangan terkemuka di Tanah Air, dengan produk yang memiliki kadar 24 karat atau setara 99,99%.

Emas UBS banyak dijual di berbagai gerai Pegadaian di seluruh Indonesia, baik dalam bentuk batangan maupun tabungan emas. Produk ini sering menjadi pilihan bagi masyarakat karena harga jualnya yang lebih terjangkau dibandingkan emas Antam, meskipun harga buybacknya juga cenderung lebih rendah.

Baca Juga:Harga Emas Antam 20 Juli 2026: Turun Rp4.000 Jadi Rp2,61 Juta, Buyback Melemah Rp8.000Harga Emas Galeri 24 19 Juli 2026: Stagnan Dua Hari Berturut-turut, 1 Gram Tetap Rp 2,587 Juta

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga

Stagnasi harga buyback emas UBS selama tiga hari berturut-turut terjadi di tengah fluktuasi harga jual yang justru menunjukkan penurunan. Hal ini tidak lepas dari dinamika pasar global yang masih bergerak mixed.

Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), harga emas dunia sempat rebound setelah mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam. Harga emas spot ditutup di posisi US$ 4.016,69 per troy ons, melonjak 1,18%. Namun, pada awal pekan ini, harga emas dunia kembali bergerak di kisaran US$ 3.998,8 per ons.

Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih berada di level tinggi. Rupiah tercatat masih bertahan di atas Rp 18.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini membuat harga emas yang dipatok dalam dolar AS menjadi lebih mahal ketika dikonversi ke rupiah.

Ketidakpastian geopolitik global, termasuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, juga turut mempengaruhi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap tinggi telah menekan daya tarik emas dalam beberapa pekan terakhir.

0 Komentar