Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih berada di level tinggi. Rupiah tercatat masih bertahan di atas Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini membuat harga emas yang dipatok dalam dolar AS menjadi lebih mahal ketika dikonversi ke rupiah.
Ketidakpastian geopolitik global, termasuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, juga turut mempengaruhi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap tinggi telah menekan daya tarik emas dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan adanya penurunan harga yang terjadi hari ini, para investor dan kolektor logam mulia dapat menjadikan momen ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan transaksi pembelian, terutama bagi mereka yang memiliki strategi investasi jangka panjang. Para calon pembeli disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga secara berkala melalui kanal resmi Logam Mulia Antam atau Pegadaian sebelum melakukan transaksi, serta memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku untuk memaksimalkan keuntungan investasi.
