Inggris Terancam Krisis Air Akibat Pusat Data AI, Satu Pusat Data Bisa Habiskan 3 Juta Liter Per Hari!

Ilustrasi pusat data AI
Pusat data AI di Inggris mengonsumsi hingga 3 juta liter air per hari, setara kebutuhan 3.500 rumah. Water UK memperingatkan ambisi AI bisa memicu krisis air. (Pexels)
0 Komentar

Konflik Antara AI dan Kebutuhan Rumah Tangga

Water UK meminta pemerintah menetapkan prioritas penggunaan air ketika terjadi kekeringan. Tanpa pedoman yang jelas, akan muncul konflik antara kebutuhan industri AI dan kebutuhan dasar rumah tangga.

“Pusat data menggunakan air untuk pendinginan server, chiller, dan pengatur kelembapan. Konsumsi air juga meningkat secara tidak langsung akibat tingginya kebutuhan listrik fasilitas tersebut,” jelas Water UK dalam pernyataannya.

Mereka juga menyoroti kerangka nasional sumber daya air yang diterbitkan Badan Lingkungan Inggris pada Juni 2025. Dokumen tersebut dinilai belum memperhitungkan kebutuhan air pusat data sama sekali.

Baca Juga:BMKG: 16 Wilayah Siaga Hujan Sedang-Lebat Selasa 21 Juli 2026, Cek Daftarnya!6 Cara Jitu Mengenali Video Buatan AI di Medsos, Biar Nggak Gampang Tertipu!

Tanggapan Pemerintah Inggris

Juru bicara pemerintah Inggris menegaskan bahwa pertumbuhan AI harus berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah berjanji akan tetap melindungi pasokan air sembari mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami mengambil langkah-langkah tegas untuk menjamin pasokan air dan memenuhi permintaan yang semakin tinggi, termasuk investasi infrastruktur rekor serta pembangunan sembilan bendungan baru,” ujar juru bicara tersebut.

Namun, langkah ini dinilai belum cukup oleh Water UK. Mereka menekankan perlunya perubahan mendasar dalam kebijakan perencanaan air jangka panjang. Tanpa itu, kejayaan AI di Inggris bisa berubah menjadi mimpi buruk kekeringan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam merencanakan infrastruktur digital. Pertumbuhan teknologi tidak boleh mengorbankan sumber daya alam yang vital seperti air bersih.

0 Komentar