RADARCIREBON.TV – Selasa (21/7/2026) ini, sejumlah wilayah di Indonesia harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur 16 provinsi. Selain itu, beberapa daerah juga diwaspadai akan terjadi angin kencang.
Menurut informasi resmi yang dirilis BMKG, tidak ada wilayah yang masuk dalam status Siaga atau Awas untuk kategori hujan lebat hingga ekstrem pada hari ini. Namun, 16 provinsi tercatat berstatus Waspada, yang berarti berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan sebelumnya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Meski tidak ada status Siaga, potensi hujan sedang hingga lebat masih bisa memicu genangan air, luapan sungai, hingga longsor skala ringan. Kami minta masyarakat di wilayah terdampak untuk terus memantau perkembangan cuaca,” ujarnya.
Baca Juga:6 Cara Jitu Mengenali Video Buatan AI di Medsos, Biar Nggak Gampang Tertipu!5 Kelemahan Gemini yang Bikin Pengguna Balik ke ChatGPT, Mulai dari Instruksi hingga Hasil Gambar
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat
BMKG menetapkan 16 provinsi dengan status Waspada hujan sedang hingga lebat pada Selasa (21/7/2026). Berikut daftar lengkapnya :
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
Wilayah yang Berpotensi Angin Kencang
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda beberapa provinsi. Daerah-daerah ini perlu mewaspadai puting beliung atau hembusan angin kencang yang dapat merusak :
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Utara
Fenomena yang Memicu Hujan di Tengah Musim Kemarau
Meski Indonesia tengah memasuki puncak musim kemarau, BMKG mengidentifikasi beberapa fenomena atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah .
Sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi atau perlambatan angin, dan konfluensi atau pertemuan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatra dan Kalimantan, serta gelombang Kelvin yang aktif di Kalimantan dan Sulawesi, turut meningkatkan aktivitas konvektif. Suhu muka laut yang hangat juga menjadi salah satu faktor pendukung .
