Mata Air Songom yang selama ini menjadi andalan warga Cipedang, Majalengka kini resmi diwakafkan untuk kepentingan masyarakat. Kang Nana Berkah membeli dan mewakafkan sumber air tersebut, sementara Pemdes Margajaya diminta untuk membenahi pipanisasi, menata hulu, dan melakukan penghijauan.
Kekhawatiran warga Dusun Cipedang, Desa Margajaya, Kecamatan Lemahsugih, Majalengka soal nasib sumber air, kini terjawab. Mata Air Songom yang sebelumnya milik pribadi kini menjadi milik masyarakat setelah dibeli dan diwakafkan pengusaha asal Talaga, Nana Ichsan alias Kang Nana Berkah.
Warga Cipedang, Teti Inasah, mengaku sempat khawatir karena mata air tersebut menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari. Warga kemudian meminta bantuan Kang Nana yang langsung membeli dan mewakafkannya, meski ke depan masih membutuhkan pipanisasi dan penghijauan.
Baca Juga:Bupati Indramayu Lepas Ekspor Perdana Coir Shade Karya Warga Binaan – VideoLahan 200 Bata di Caracas Kuningan Terbakar – Video
Kepala Desa Margajaya, Jeje Sudrajat mengatakan, mata air ini dimanfaatkan warga Cipedang dengan penerima manfaat sekitar 250 jiwa. Pemerintah Desa akan menata hulu, membangun pipanisasi, dan melakukan penghijauan yang ditargetkan menjadi prioritas pada 2028 karena anggaran 2027 sudah masuk APBDes.
Kang Nana mengatakan mata air tersebut dibeli dan diwakafkan agar bisa dimanfaatkan masyarakat dan tidak dikuasai perorangan. Menurutnya, sumber air itu sangat penting bagi warga Cipedang dan wakaf menjadi bentuk kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat yang terkadang belum menjadi prioritas pemerintah.
Selain Mata Air Songom, Kang Nana menyebut telah mewakafkan sedikitnya tujuh mata air di Majalengka serta membantu persoalan pemakaman umum dan sampah. Bantuan pemakaman diberikan melalui sumbangan dan edukasi, sedangkan pengelolaan sampah masih dikaji agar tidak menimbulkan masalah baru.