Lembaga Pembelajaran Qiroatil Quran atau LPQQ Cirebon menggelar kegiatan Cirebon Mengaji yang dihadiri 2.000 peserta. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penguatan Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an.
Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an terus diperkuat melalui kegiatan deklarasi yang digelar DPD LPQQ Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon. Kegiatan diawali sejumlah penampilan, seperti gambus, hadroh, pembacaan tawasul, serta sambutan dari panitia, pemerintahan hingga perwakilan Kemenag RI.
Berbagai kegiatan digelar dalam acara ini. Kegiatan utama berupa penyampaian materi Metode Ishlah oleh Ketum LPQQ Pusat, KH Mahbub Sholeh Zarkasyi. Sementara kegiatan lainnya berupa MoU deklarasi pengentasan buta aksara Al-Qur’an oleh bupati, Kemenag, MUI, DMI, dan beberapa ormas Islam lainnya. Selain itu, dalam acara yang dihadiri ribuan peserta tersebut juga mewisuda 100 santri Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA) LPQQ.
Baca Juga:Waktu Terbatas, APBD Perubahan Kabupaten Cirebon Diminta Fokus Program Prioritas – VideoSungai Sriganala Penuh Eceng Gondok, Warga Minta Normalisasi – Video
Ketua Umum LPQQ Indonesia, KH Mahbub Sholeh Zarkasyi menyampaikan, materi Metode Ishlah merupakan pembelajaran membaca Al-Qur’an agar lebih mudah dan cepat dalam membacanya.
Dukungan lintas lembaga dan organisasi keagamaan juga menjadi modal penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pembelajaran Al-Qur’an. Para mualim dan muallimah serta guru PAI yang hadir juga merupakan bagian dari unsur pendidik yang memiliki peran dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan masing-masing.
Melalui deklarasi ini, LPQQ Indonesia bersama DPD LPQQ Cirebon mendorong penguatan gerakan pembelajaran Al-Qur’an melalui kolaborasi dengan pemerintah, Kementerian Agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam. Gerakan Nasional Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an diharapkan terus berkembang sebagai ikhtiar bersama untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam belajar membaca Al-Qur’an dan membantu mewujudkan Generasi Emas 2045.