4. Buat kata sandi yang unik untuk setiap akun
Password yang panjang tetap berisiko jika digunakan berulang kali pada banyak akun. Apabila satu layanan mengalami kebocoran data, hacker bisa mencoba kombinasi email dan password yang sama pada layanan lain. Praktik tersebut dikenal sebagai credential stuffing dan menjadi salah satu alasan pentingnya menggunakan password unik untuk setiap akun. Dengan kata lain, password untuk email sebaiknya berbeda dari kata sandi untuk media sosial, platform game, platform belanja online maupun dompet digital. Membuat banyak password berbeda memang merepotkan, namun risiko kebocoran bisa dikurangi secara signifikan. Untuk mempermudah mengelola banyak password yang berbeda, disarankan untuk memanfaatkan aplikasi password manager yang bisa menyimpan dan membuat password yang aman.
5. Manfaatkan aplikasi password manager
Password manager merupakan aplikasi yang bisa membantu pengguna membuat password panjang, acak dan berbeda untuk setiap akun tanpa harus menghafalkannya satu per satu. Aplikasi ini menyediakan fitur generator yang mampu membuat password berdasarkan jumlah karakter, jenis simbol dan tingkat kompleksitas tertentu. Beberapa password manager juga bisa menghasilkan passphrase dari sejumlah kata acak yang lebih mudah diketik atau digunakan secara manual. Dengan password manager, pengguna cukup mengingat satu password utama untuk mengakses seluruh password yang tersimpan. Namun, password utama tersebut tetap harus panjang, sulit ditebak dan tidak pernah digunakan di layanan lain. Sebagai lapisan perlindungan tambahan, pengguna juga bisa mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor di setiap layanan yang mereka gunakan.
Demikian tadi ulasan mengenai seberapa panjang password yang ideal agar akun benar-benar aman. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa membantumu mengurangi risiko akunmu dibobol oleh hacker.
