4 Hari di Garis Depan, Relawan MPA Siliwangi Padamkan Karhutla Ciremai – Video

4 Hari di Garis Depan, Relawan MPA Siliwangi Padamkan Karhutla Ciremai
0 Komentar

Relawan Masyarakat Peduli Api Paguyuban Silihwangi Majakuning berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai. Mereka berjibaku menembus medan terjal, membuat sekat api, hingga melakukan pemadaman manual untuk mencegah api merambat ke kawasan Puncak Ciremai.

Relawan Masyarakat Peduli Api Paguyuban Silihwangi Majakuning, menjadi salahsatu kelompok dari tim gabungan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai. Mereka berjibaku menembus medan terjal, membuat sekat bakar, hingga melakukan pemadaman manual untuk mencegah api merambat ke kawasan Puncak Ciremai, juga mencegah api merambat ke arah Kabupaten Majalengka.

Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar Junar Arif, menjelaskan, pihaknya membagi relawan menjadi dua tim sejak Kamis pagi. Satu tim bertahan di Blok Batu Arca, sementara tim lainnya bergerak ke Bukit Seribu Bintang untuk membuat sekat dan mengantisipasi penjalaran api menuju Gunung Dulang.

Baca Juga:BGN Tanggung Biaya Pengobatan Dugaan Keracunan MBG di Kota Cirebon – VideoPedagang Pasar Kanoman Sampaikan Aspirasi ke Perumda Pasar – Video

Upaya penyekatan juga dilakukan di sejumlah titik untuk menghambat pergerakan api. Relawan dari Kecamatan Pasawahan Kuningan dan Majalengka membuat sekat bakar, serta memadamkan api secara manual dengan cara memukul titik api dan memecah bara. Pada Jumat pagi, kondisi di sekitar Gunung Dulang dan Bukit Seribu Bintang dinilai terkendali, meski api masih menyala di Gunung Sumbul, Karang Dinding, dan Batu Arca.

Pemadaman berlanjut pada Jumat malam. Nandar menyebut, tim dari Bantar Agung dan Desa Padabenghar menangani api di Gunung Sumbul, sementara 32 relawan dari MPA Kidang Kencono dan Sapu Jagat bergerak ke Karang Dinding. Setelah menempuh medan terjal, api di Karang Dinding dilaporkan tidak lagi terlihat sekitar pukul 02.00 dini hari tadi, atau memasuki Sabtu 24 Oktober.

Menurut Nandar, pemadaman manual dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan. Untuk mendapatkan air, relawan harus berjuang menyusuri lereng beberapa kilometer sumber air. Karena itu, relawan mengutamakan pembuatan sekat api dan memukul api dengan peralatan manual ketika kondisi memungkinkan.

Sejak Rabu hingga Jumat malam, Paguyuban Silihwangi Majakuning memperkirakan telah mengerahkan lebih dari 300 relawan. Dari sekitar 1.000 anggota yang terdaftar, paguyuban memprioritaskan personel berpengalaman dan memahami medan hutan.

0 Komentar