Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, masih berlanjut hingga Sabtu 24 Oktober 2026. Meski titik api terus berkurang, petugas gabungan masih menyisir kepulan asap dan melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menyebutkan, jumlah titik api yang semula 13 titik, berkurang menjadi 10, kemudian 7 titik. Berdasarkan pemantauan satelit pada Sabtu, titik api tidak lagi terdeteksi, namun sejumlah kepulan asap masih menjadi perhatian petugas.
Pada puncak operasi Kamis dan Jumat, jumlah personel yang terlibat diperkirakan menembus 1.000 orang. Memasuki hari ini, Sabtu 24 Oktober 2026, BPBD mengefektifkan sekitar 300 personel, yang dibagi menjadi tiga tim, yaitu sektor Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang.
Baca Juga:BGN Tanggung Biaya Pengobatan Dugaan Keracunan MBG di Kota Cirebon – VideoPedagang Pasar Kanoman Sampaikan Aspirasi ke Perumda Pasar – Video
Petugas melakukan penyisiran, pemadaman apabila ditemukan titik api, serta pendinginan di area yang masih mengeluarkan asap. Indraenyebutkan, operasi ini juga melibatkan relawan masyarakat, diantaranya dari Masyarakat Peduli Api, komunitas, dan warga sekitar Desa Pasawahan, yang turut membantu penanganan siang dan malam hari.
Dukungan pemadaman dari udara melalui metode water bombing, telah dilaksanakan pada Jumat 23 Oktober 2026. Menurut Indra, pengangkutan air dilakukan sebanyak dua kali dari Siti Cipariuk untuk membantu penanganan titik api di kawasan Bukit Seribu Bintang. Sementara rencana penerbangan lanjutan pada Sabtu ini masih terkendala teknis.
Berdasarkan pemetaan operasi, titik awal kebakaran berada di sekitar Blok Batu Arca, kemudian meluas ke arah Bukit Seribu Bintang dan kawasan di bawah Gunung Dulang. Medan berbukit dan terjal menjadi tantangan bagi petugas, terutama saat menjangkau titik api yang jauh dari akses jalan dan sumber air.
Camat Pasawahan, Asep Dudi Riyadi, mengapresiasi perjuangan para relawan yang terlibat dalam pemadaman. Menurutnya, relawan mampu menembus medan terjal di sekitar Bukit Seribu Bintang dan Karang Dinding, yang memerlukan kemampuan serta keahlian khusus untuk menjangkau lokasi dan berjibaku memadamkan api.
Hingga Sabtu sore, pemantauan dan penyisiran masih dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Petugas juga diperkuat dengan kehadiran Kapolres Kuningan dan Majalengka yang datang langsung karhutla.