
RADARCIREBON.TV – Tahu sumedang itu garing,renyah,murah meriah Ong Kino dan istrinya yang menjadi perintis untuk memproduksi tahu di Sumedang yang awalnya di buat dari kedelai lurik yang mirip telur puyuh.
Tahun demi tahun, Ong Kino beserta istrinya terus menggeluti usaha mereka hingga sekitar tahun 1917, dan anak tunggal mereka bernama Ong Boen Keng untuk melanjutkannya.
Melalui generasi Ong Boen Keng yang terus melanjutkan usaha yang di wariskan dari kedua orang tuanya hingga akhir hayatnya di usia 92 tahu.
Baca Juga:Bukan Hanya Gambar Tapi Akan Rilis 2023, Ditunggu ya…Aman dalam berkendara ya pakai Honda CBS
Di balik kemasyhuran tahu Sumedang ada pula kisah seperti yang di ceritakan cicit dari Ong Kino, Suryadi. Sekitar tahun 1928, konon suatu hari tempat usaha sang kakek buyutnya, Ong Boen Keng, di datangi oleh Bupati Sumedang, Pangeran Soeria Atmadja yang kebetulan tengah melintas dengan menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja, Sumedang,
Awal mula terkenal tahu sumedang di karenakan perbedaan tahu biasa dan tahu sumedang Tahu ini setelah digoreng dengan bumbu yang sama, menghasilkan bentuk yang berbeda dari tahu goreng biasanya.
Mungkin saja cara pengelolaan ya yang sedikit berbeda sehingga menghasilkan keunggulan tersendiri.
Keungulan yang di pakai sisa dari penggumpalan tahu, di sebut larutan biang yang di simpan selama 2–3 hari, yang prosesnya menggunakan asam cuka.
Penggorengan yang tepat yaitu dalam minyak yang panas / menguap, api besar, daya muat penggorengan, serta jumlah tahunya.
tahu Sumedang yang di buat oleh para pendahulunya memiliki beberapa ciri khas. Di antaranya, tahunya berbentuk kotak kemudian tekstur luarnya berwarna kecoklatan dan renyah saat di gigit.
Sumedang itu identik dengan kotak,kemudian luarnya harus curintik maksudnya saat di makan renyah dan gurih.
