Gerakan Pangan Murah Serentak Di Kab. Cirebon

0 Komentar

Masih tingginya harga sembako di pasaran, membuat pemerintah berupaya agar daya beli masyarakat dapat tetap tinggi. Salah satu upayanya dengan melakukan gerakan pangan murah atau GPM, yang digelar serentak di sejumlah daerah di tanah air, tak terkecuali di Kabupaten Cirebon.

Gerakan pangan murah atau GPM, yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan di halaman kantor Samsat Sumber, diserbu warga Senin pagi.

Warga datang ke lokasi untuk berburu komoditas kebutuhan harian, yang dijual dengan harga lebih murah dari harga pasaran, mulai dari beras jenis premium, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, hingga sayuran.

Baca Juga:Program Pemutihan Pajak Kendaraan BermotorTruk Pengangkut Buah Naga Terguling 

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Erus Rusmana menuturkan, kegiatan GPM digelar dalam rangka hari pangan sedunia, yang secara serentak juga dilakukan di sejumlah daerah di tanah air.

Dirinya menjelaskan, GPM merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi, saat terjadi gejolak harga dan pasokan pangan, seperti komoditas beras yang sudah mencapai 14.500 rupiah per kilogram untuk beras jenis premium, dan 12.500 rupiah untuk beras jenis medium, atau mengalami kenaikan cukup signifikan sekitar 1.500- 2.000 per kilogram sejak bulan Agustus lalu.

GPM bertujuan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat dapat meningkatkan keterjangkauan dan daya beli, mengingat gpm dapat memotong mata rantai distribusi pangan.

Pemerintah Kabupaten Cirebon senantiasa berkolaborasi bersama Bulog, RNI, distributor dan suplier, guna menjamin ketersediaan dan stabilitas harga.

GPM di Kabupaten Cirebon, selama tahun 2023 sudah digelar sebanyak 8 kali. GPM berdampak positif dalam pengendalian laju inflasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

0 Komentar