Musim Hujan Tiba, Waspada Banjir Dimana-mana

Musim Hujan Tiba, Waspada Banjir Dimana-mana
musim hujan banjir/foto:https://pusatkrisis.kemkes.go.id/
0 Komentar

RADARCIREBON.TV Di musim hujan ini, banyak wilayah berpeluang terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung hingga cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dampaknya di picu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameternya, dan kebanyakan adalah faktor meteorologi.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan curah hujan, penurunan curah hujan, suhu ekstrem, cuaca esktrem seperti hujan lebat yang di sertai angin kencang serta kilat atau petir, dan lain sebagainya. Namun, Peneliti Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), M Fakhrudin berkata bahwa faktor meteorologi bukan satu-satunya faktor pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Masih di pengaruhi oleh faktor-faktor yang lain, khususnya yang di akibatkan oleh manusia atau antropogenik,” kata Fakhrudin kepada Kompas.com, Jumat (4/12/2020). Fakhrudin juga menyebutkan bahwa dalam musim hujan saat ini, memang bencana hidrometeorologi yang sering kali terjadi adalah banjir dan tanah longsor.

Baca Juga:Pelita Jaya Kunci M Arighi, Arighi Tetap Pelita Jaya Musim DepanSeries Vivo Perjalanan Melalui Inovasi dan Keunggulan

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya banjir:

1. Curah hujan

Curah hujan sangat berpengaruh terhadap potensi bencana banjir di suatu wilayah. Apalagi jika hujan terjadi dengan intensitas tingga atau deras dan durasinya lama. “Semakin intensitas besar dengan durasi yang lama tentu saja akan semakin berpotensi menimbulkan banjir dan longsor,” ucap dia.

2. Kondisi tutupan lahan

Selain curah hujan, kondisi tutupan lahan juga berperan mengakibatkan banjir. Fakhrudin menjelaskan, kalau tutupan lahan sebagian besar berupa hutan, maka kejadian banjir dan longsor akan semakin kecil. Hal ini karena hutan mempunyai daya resap dan tampung air hujan yang tinggi, sehingga bila hujan besar terjadi sekalipun, maka sebagian besar air akan di resapkan ke dalam tanah. Hutan juga mempunyai vegetasi yang perakarannya dapat mengikat tanah secara kuat, sehingga risiko longsor juga kecil. Sebaliknya, jika lahannya berupa rumah atau daerah terbangun, maka air hujan akan sedikit yang meresap ke dalam tanah. Alhasil, dengan hujan tidak terlalu besar atau deras sekali pun, wilayah tersebut sangat berpotensi terjadi banjir.

3. Sistem drainase

4. Faktor pasang air laut

“Faktor pasang air laut terjadi, ketika hujan besar bersamaan dengan air laut, maka potensi banjir juga akan meningkat karena air sulit untuk mengalir ke laut,” jelasnya. Umumnya, banjir yang terjadi akibat pasang air laut disebut dengan banjir rob.

0 Komentar