Calon Maba, Yuk Pahami Ini! Struktur Teks Laporan Hasil Observasi yang Lengkap dengan Contoh

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi/Katadata
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi/Katadata
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Di bidang ilmu pengetahuan, teks laporan hasil observasi bermanfaat. Sebagian besar dari kalian pasti pernah atau bahkan membuatnya.

Teks laporan hasil observasi sendiri adalah jenis teks yang di gunakan untuk menyampaikan informasi dan temuan yang di peroleh dari sebuah observasi.

Selain itu, teks ini menampilkan data yang di kumpulkan, hasil analisis yang di lakukan, dan kesimpulan yang di temukan selama proses observasi.

Baca Juga:Ini Dia Profil Agus Rahardjo, Eks Ketua KPK yang Sedang Kontroversial Akhir-akhir IniPernyataan Agus Rahardjo Buat Heboh Terkait Intervensi Kasus Setya Novanto, Begini Tanggapan Jokowi

Teks laporan hasil observasi, menurut laman Kemdikbud pada Senin (4/12/2023), adalah catatan yang berisi informasi tentang hal-hal seperti alam, hewan, tumbuhan, pekerjaan manusia, dan fenomena sosial dengan apa adanya dan di buat berdasarkan hasil observasi atau pengamatan.

Selain itu, teks laporan hasil observasi memiliki struktur yang sistematis dan jelas. Ini mencakup bagian pendahuluan, metode yang di gunakan untuk melakukan observasi, deskripsi subjek yang di amati, data dan temuan, interpretasi dan analisis, kesimpulan, dan, jika di perlukan, daftar referensi.

Selain itu, teks laporan hasil observasi memiliki sumber data dan temuan yang di sajikan secara sistematis dalam bentuk angka, grafik, tabel, atau deskripsi naratif yang mencerminkan hasil observasi. Kita akan membahas lebih lanjut tentang karakteristik dan struktur teks laporan hasil observasi.

Ciri-ciri Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Berikut ini ciri-ciri teks laporan hasil observasi dari berbagai sumber:

  • Bersifat objektif, global, dan universal.
  • Di tulis secara lengkap dan sempurna.
  • Objek yang akan di bicarakan atau di bahas adalah objek tunggal.
  • Di tulis berdasarkan fakta sesuai pengamatan yang telah di lakukan.
  • Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
  • Tidak mengandung prasangka/dugaan yang menyimpang atau tidak tepat.
  • Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
  • Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang di lihat dan di ketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
  • Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.
  • Di sajikan secara menarik, baik kata, bahasa, isinya berbobot maupun susunannya logis.
  • Teks laporan hasil observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi pasti harus sesuai dengan struktur yang tepat. Struktur teks laporan hasil observasi dalam buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Erwan Rachmat adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi Umum

Dalam bagian pertama teks laporan hasil observasi, terdapat deskripsi atau pernyataan umum. Ini dapat berupa pemahaman tentang objek yang di bahas atau informasi umum tentang objek.

2. Deskripsi Bagian

Teks laporan hasil observasi kemudian mengandung deskripsi bagian, yang merupakan penjelasan khusus tentang subjek yang di bahas, termasuk bagian-bagiannya.

Baca Juga:Menyingkap Misteri: Ramalan Zodiak Sagitarius untuk Tahun IniProfil Jin BTS: Keindahan Vokal, Karisma Panggung, dan Inspirasi bagi Penggemar

3. Kesimpulan

Teks laporan hasil observasi bagian akhir berisi kesimpulan yang berisi keuntungan dari apa yang di laporkan atau penjelasan singkat sebagai penutup. Bagian simpulan juga mencakup keuntungan dari topik yang di bahas.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Contoh teks laporan hasil observasi sesuai dengan strukturnya dapat di temukan di sini, seperti yang di kutip dari situs Pustakapengetahuan.

Komodo

Deskripsi Umum

Komodo adalah sejenis reptil besar dengan kaki empat dan penampilan yang mirip dengan kadal-kadal-an, tetapi mereka sangat besar. Kemudian, Komodo adalah hewan langka yang sudah di lindungi. Komodo sudah di anggap sebagai satwa nasional negara ini.

Deskripsi Bagian

Jika di lihat sekilas, komodo tampak seperti biawak biasa. Namun, ketika Anda memperhatikan lebih dekat, Anda akan melihat bahwa binatang ini jauh lebih besar daripada biawak.

Hewan ini bisa mencapai panjang sekitar tiga meter lebih panjang daripada rata-rata orang Indonesia, atau sekitar 165 cm.

Panjang ekornya sama dengan panjang badannya, sehingga mencapai sekitar 165 cm. Komodo memiliki tubuh yang panjang yang lebih besar daripada kepalanya.

Kepalanya agak panjang, seperti kepala reptil biasa. Matanya berwarna dan kecil. Mulutnya sedikit panjang.

Sekujur rahangnya di penuhi dengan banyak gigi. Gigi Komodo tajam dan panjang. Lidah kuningnya sering menjulur keluar dan bercabang di tepiannya.

Kulitnya berwarna coklat kehitam-hitaman dengan sedikit bias kuning keemasan, tetapi memiliki pola yang indah.

Lipatan kulitnya bersisik di bagian lehernya. Lipatan ini juga ada di paha bagian belakang dan ketiak depan. Bagian punggung ekornya miring ke belakang dan bersisik seperti gergaji.

Komodo biasanya melawan mangsanya dengan cakar hitam legam yang tajam dan menukik dengan bentuk yang mirip dengan cakar burung elang.

Kesimpulan

Binatang ini mungkin tampak menyeramkan, tetapi sisik mereka cantik dan tubuhnya kekar dan gagah. Komodo adalah salah satu satwa nasional yang harus di pertahankan karena merupakan salah satu bukti nyata kekayaan negara ini.

0 Komentar