Mengapa Sumedang Identik dengan Tahu? Ternyata Ini Asal Mulanya yang Membuat Tahu Menjadi Ikon Khas dari Sumedang

Mengapa Sumedang Identik dengan Tahu? Ternyata Ini Asal Mulanya yang Membuat Tahu Menjadi Ikon Khas dari Sumedang
Mengapa Sumedang Identik dengan Tahu (Rakyat Cirebon)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Bagi yang pernah berkunjung atau kerap berkunjung ke Sumedang, pastinya sudah tidak asing dengan tahu khas Sumedang. Panganan ini seolah menjadi oleh-oleh wajib yang akan di bawa pulang saat berkunjung ke Sumedang. Namun mengapa Sumedang identik dengan tahu?

Memang bukan tanpa alasan jika tahu seolah menjadi ciri khas dari Sumedang. Hampir semua orang yang mendengar Sumedang, pastinya akan teringat dengan panganan yang terbuat dari kacang kedelai ini. Rasanya yang gurih memang menjadi candu bagi yang menikmatinya.

Apalagi di santap saat hangat bersama cabe rawit hijau, akan menambah kenikmatan saat menyantapnya. Bahkan ada yang mengatakan jika tahu Sumedang berbeda dengan tahu lainnya. Konon, tahu Sumedang di olah menggunakan air dari Gunung Tampomas sehingga teksturnya akan lebih lunak dan tidak padat.

Baca Juga:Resep Tahu Sumedang Goreng, Bisa untuk Ide Jualan Maupun Konsumsi Sendiri! Cobain Yuk!Menelusuri Jejak Wisata Religi di Sumedang : Berziarah ke Makam Pahlawan Nasional Hingga Wali Allah

Maka dengan perbedaan tersebut dan mungkin dirasakan oleh para wisatawan atau setiap orang yang menyantapnya, membuat tahu Sumedang menjadi panganan yang tak pernah lekang oleh waktu. Jadi, tak heran bila tahu Sumedang menjadi panganan wajib yang biasanya akan di beli saat di Sumedang, terutama bagi wisatawan.

Lalu, Mengapa Sumedang Identik dengan Tahu?

Sumedang konon dikenal sebagai kota tahu, bermula sejak tahun 1917. Pada waktu itu, ada imigran yang datang dari China yakni Ong Kino dan istrinya. Cikal bakal dari tahu Sumedang berawal dari mereka dengan nama yang dikenal sebagai tahu bungkeng. Mereka datang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Cirebon pada awal tahun 1900-an.

Kemudian, mereka menetap di Sumedang dan mendirikan pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Sebelas April. Rupanya, tahu yang di produksi oleh Ong Kino banyak di sukai. Hanya saja, ia bersama istrinya kembali ke Hokkian, China dan produksi tahu di teruskan oleh Ong Boen Keng, yang merupakan putra mereka.

Di tangan Ong Boen Keng, ia berhasil menjadi produsen tahu Sumedang yang populer se-Jawa Barat. Kemudian pada tahun 1928, usahanya di datangi oleh Bupati Sumedang Pangeran Soeria Atmadja yang melintas menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja, Sumedang.

Lalu sang Bupati pun berhenti dan mencicipi tahu jualannya. Beliau nampak terkesan dengan rasanya hingga berkata jika rasanya enak dan akan laku keras sekali. Akhirnya, perkataannya menjadi nyata, warung Ong Boen Keng menjadi ramai. Lalu tahu Sumedang menjadi di kenal dan menjadi ikon khas.

0 Komentar