RADARCIREBON.TV- Yuk Mengenal Cara Berkembang Biak Gecko si Tokek Hias Viral.
Gecko atau lebih familiar di masyarakat Indonesia adalah tokek memiliki cara
berkembang biak yang sejatinya sama dengan tokek pada umumnya.
Berbicara tentang cara berkembang biak gecko, merupakan topik yang menarik dan kompleks.
Gecko adalah kelompok reptil yang termasuk dalam familia Gekkonidae,
Baca Juga:Tips Menjaga Kebersihan Tokek Hias 'Gecko', Apakah Perlu Memandikan Gecko? Berikut PenjelasannyaBaru Mulai Pelihara Gecko? Simak 7 Tips Merawat Warna Gecko Tanpa Perawatan Mahal Cukup di Rumah
dan memiliki beragam spesies yang tersebar luas di berbagai belahan dunia.
Mereka dikenal dengan kemampuan memanjat yang luar biasa
dan kemampuan melekat pada permukaan yang halus, seperti dinding.
Dalam proses berkembang biaknya, terdapat beberapa tahapan yang menarik untuk dijelajahi,
mulai dari masa kawin hingga masa ovulasi. Mari kita bahas lebih lanjut.
Masa Pra Kawin
ada beberapa ketentuan pada masa menjelang kawin gecko.
Anda dapat mengatur proses perkawinan gecko tersebut.
Usia ideal untuk kawin adalah 10-12 bulan untuk betina dan 8-10 bulan untuk jantan.
Kemudian anda dapat pisahkan gecko jantan dan betina.
Jauhkan mereka minimal 1 bulan sebelum kawin untuk meningkatkan kesuburan.
Perhatikan kondisi kesehatan. Pastikan gecko sehat, aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.
Sediakan kandang kawin. Gunakan kandang yang cukup luas
dengan dekorasi seperti batu dan tanaman untuk berlindung.
Periksa suhu dan kelembapan di mana suhu ideal 27-30°C, kelembapan 60-70%.
Baca Juga:Sumber Cuan Tujun Turunan! Harga Gecko Termahal Bisa Capai Satu Unit Mobil Listrik Terbaru Loh, Ini JenisnyaMudah Loh! Begini Cara Mebedakan & Ciri2 Gecko Jantan dan Betina serta Tips Merawat Gecko Jantan dan Betina
Masa Kawin (Courtship)
Gecko, seperti banyak reptil lainnya, memiliki perilaku kawin yang menarik.
Biasanya, proses kawin dimulai dengan ritual perkenalan antara jantan dan betina.
Jantan akan menunjukkan minatnya pada betina melalui berbagai cara,
termasuk gerakan tubuh yang khas, perubahan warna pada tubuh, atau dengan memancarkan feromon.
Proses kawin ini dapat menjadi agresif terutama pada spesies
yang lebih besar di mana jantan mungkin bersaing untuk mendapatkan perhatian betina.
Setelah perkenalan, jantan akan mendekati betina dan mulai mengikuti pola kawin yang spesifik untuk spesies mereka.
Biasanya, ini melibatkan serangkaian gerakan yang rumit
dan terkadang mencolok secara visual, serta interaksi fisik antara jantan dan betina.
Betina menunjukkan kegelisahan, mengangkat ekor, dan mengeluarkan bau khas.