RADARCIREBON.TV – Sebagai orang muslim pastinya kita banyak sekali mendengar dan disuguhkan dengan cerita menarik dan inspiratif. Bahkan kisahnya sangat luar biasa dan diluar nalar. Nah, berikut ini ada Kisah Sahabat Nabi Yang Buruk Rupa Tapi Jadi Rebutan Bidadari.
Julaibib RA
Banyak orang pada masa sekarang memilih pasangan berdasarkan penampilan fisik dan kekayaan semata. Namun, dalam ajaran Islam, hal tersebut tidaklah dianjurkan. Kita diingatkan untuk menerima seseorang apa adanya, tanpa memperhatikan penampilan atau kekayaannya, karena di mata Allah semua orang sama.
Sebagaimana dinyatakan dalam hadis Muslim, “Sesungguhnya Allah tidak memperhatikan penampilan dan harta kalian. Allah hanya memperhatikan hati dan amal kalian.”
Baca Juga:Kisah Islami ! Ini Dia 4 Sahabat Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui KisahnyaJalan Ceritanya Seru – Ini Dia Rekomendasi Drakor tentang Hukum dengan Rating Tinggi
Salah satu kisah inspiratif yang sering disebut adalah kisah Julaibib RA, seorang sahabat Nabi yang lahir tanpa mengetahui kedua orangtuanya dan tidak memiliki nasab yang jelas. Masyarakat pada zaman itu biasanya menganggap orang yang tidak memiliki nasab yang jelas sebagai sesuatu yang memalukan. Penampilan fisik Julaibib bisa dikatakan tidak menarik, sehingga jarang ada orang yang mau berdekatan dengannya.
Meskipun demikian, Julaibib sangat taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan salah satu prajurit dalam perang Nabi Muhammad. Meskipun sering dijauhi oleh orang lain, Nabi Muhammad tidak pernah memandang rendah kepada Julaibib. Suatu ketika, setelah selesai salat, Nabi memanggilnya dengan lembut, “Julaibib, tidakkah engkau ingin menikah?” tanya Nabi sambil tersenyum padanya. “Siapa yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini, Ya Rasulullah?” balas Julaibib sambil tersenyum. Lalu Nabi Muhammad menjawabnya dengan senyum.
Julaibib menyadari bahwa dia tidak memiliki apa-apa dan merasa tidak ada yang mau menikahkan anaknya kepada dirinya. Keesokan harinya, Nabi Muhammad bertemu lagi dengan Julaibib dan bertanya kembali, “Julaibib, tidakkah engkau ingin menikah?” Dengan jawaban yang sama, Julaibib menjawab pertanyaan Nabi Muhammad. Hingga akhirnya, Nabi Muhammad mengajaknya ke rumah seorang pemimpin Anshar yang memiliki seorang putri yang sangat cantik.
Tiba di Anshar
Setibanya di rumah pemimpin Anshar, Nabi Muhammad bertemu dengan ayah dari wanita tersebut dan mengatakan, “Aku ingin menikahkan putri kalian,” kata Nabi kepada pemilik rumah. Melihat perkataan Nabi Muhammad yang ingin menikahi anaknya, sang pemimpin Anshar itu merasa senang, mengira bahwa Nabi Muhammad lah calon menantunya. “Betapa indahnya dan betapa berkahnya,” jawab pemimpin Anshar dengan wajah yang senang, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ya Rasulullah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan kegelapan di rumah kami.”