RADARCIREBON.TV-Sistem saraf dan otak memiliki peran yang begitu penting, yaitu mengatur kinerja berbagai organ tubuh.
Seperti jantung dan paru-paru, serta sistem pencernaan. Tak hanya itu, sistem ini juga memungkinkan terjadinya pergerakan tubuh.
Sistem saraf rusak bisa berdampak pada terganggunya banyak fungsi tubuh, mulai dari bergerak, berbicara, hingga merasakan sensasi, seperti sentuhan.
Baca Juga:Mengonsumsi Mahkota Dewa Salah Satu Bentuk Cara Mengobati Gagal Jantung !Gagal ginjal Merupakan Salah Satu Penyebab Dari Bahaya Minuman Kaleng !
Bila tidak segera di tangani, kondisi ini dapat memicu perburukan gejala, bahkan meningkatkan risiko terjadinya kelumpuhan.
Otak dan saraf juga dapat memberikan refleks ketika tubuh terpapar sesuatu yang berbahaya.
Sebagai contoh, saat tubuh menyentuh benda panas, otak akan menerima rangsangan nyeri dan secara otomatis membuat tangan menjauhi suhu panas.
Macam-Macam Sistem Saraf dan Kerusakannya
Saraf sensorikSaraf sensorik berperan dalam menerima rangsangan dari luar tubuh untuk di sampaikan ke otak.
Berkat saraf sensorik, Anda bisa merasakan berbagai sensasi yang terjadi pada tubuh, seperti rasa sakit ketika di cubit atau menggigil saat terpapar suhu dingin.
Saraf motorikSaraf motorik merupakan sekumpulan saraf yang terhubung di otak, rongga tulang belakang, dan jaringan otot.
Sistem saraf ini berperan penting dalam pergerakan tubuh, mulai dari berjalan, berbicara, menulis, makan dan minum, hingga mengambil benda tertentu.
Baca Juga:Osteoporosis Salah Satu Penyakit Yang Di Sebabkan Oleh Air Teh ! Simak Bahaya Lainnya.Ternyata Terapi Listrik Cukup Aman Di Gunakan,Simak Penjelasannya Di Sini !
Saraf otonomSaraf otonom berfungsi untuk mengontrol aktivitas dan fungsi tubuh yang terjadi tanpa kita sadari.
Seperti tekanan darah dan detak jantung, gerakan dinding usus dan lambung di saluran pencernaan, serta pengaturan suhu tubuh.
Selain itu, fungsi berkemih dan buang air besar juga di atur oleh sistem saraf otonom.
Ketika sistem saraf di atas mengalami kerusakan atau gangguan, kinerja dan fungsinya tersebut akan terganggu.
Sistem saraf yang rusak juga biasanya akan menimbulkan beberapa gejala atau keluhan berikut ini:
- Kesemutan dan mati rasa
- Mata kabur atau penglihatan ganda
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
- Sulit mengontrol fungsi buang air kecil atau buang air besar
- Disfungsi seksual, misalnya kesulitan untuk ereksi
- Pusing dan sakit kepala, terutama yang semakin parah dan sering kambuh
- Nyeri punggung yang menjalar ke kaki atau bagian tubuh lainnya
- Kelemahan anggota gerak tubuh atau bahkan kelumpuhan
- Tubuh gemetaran atau tremor
- Atrofi otot atau berkurangnya jaringan otot
- Kejang
- Banyak berkeringat (hiperhidrosis) atau justru tidak berkeringat sama sekali (anhidrosis).
