Port FC Siap Menghadang, Tapi Oxford Lebih Tajam
Di Grup B, ada Port FC dari Thailand yang juga tampil beringas. Kemenangan atas Persib Bandung di laga perdana (2-0) menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap. Alexandre Gama, pelatih Port FC yang juga pernah melatih di Indonesia, tahu betul bagaimana memaksimalkan momentum. Ditambah kehadiran Asnawi Mangkualam—pemain Timnas Indonesia—Port menjadi lawan tangguh yang mungkin akan menjadi rival Oxford di final.
Namun, jika bicara soal efisiensi dan ketajaman, statistik berpihak pada Oxford. Enam gol di satu laga pembuka adalah alarm bahaya bagi siapa pun.
Tim Lokal Masih Mencari Irama
Persib Bandung, sebagai tuan rumah Grup B dan jawara Liga 1 musim lalu, sejauh ini belum menunjukkan taji. Kekalahan dari Port FC menjadi peringatan bahwa tekanan fisik dan padatnya jadwal pramusim belum sepenuhnya bisa mereka jawab. Sementara Arema FC—juara bertahan Piala Presiden—masih menyimpan kekuatan mereka. Tapi waktu tak berpihak pada tim yang telat panas. Format turnamen yang singkat membuat setiap kesalahan bisa fatal.
Final Ideal: Oxford vs Port, Tapi Arema Bisa Menyelinap
Baca Juga:Bojan Hodak Galau di Gebuk Thai Port FC : Saya Tidak Senang Bermain Disini, Kami Baru Latihan Seminggu,Kok Bisa?? Persebaya dan Malut Gagal Tampil di Asean Club Championship!! Gara-gara Apa?
Jika semua berjalan mulus sesuai tren awal, final paling ideal adalah Oxford United vs Port FC. Dua tim asing, dua gaya berbeda, satu panggung prestisius. Tapi sepak bola Indonesia selalu punya plot twist. Jangan lupakan Arema FC, tim dengan koleksi gelar terbanyak sepanjang sejarah Piala Presiden. Jika Singo Edan berhasil melewati fase grup, aroma kejutan bisa saja muncul.
Turnamen Piala Presiden 2025 belum usai, tapi narasi mulai terbentuk. Oxford United menjadi protagonis baru di kancah sepak bola pramusim Indonesia. Mereka bukan hanya membawa nama besar Inggris, tapi juga sepak bola yang terstruktur, terukur, dan tajam. Jika mereka terus menjaga ritme dan pemain kuncinya tetap fit, tak ada alasan untuk meragukan mereka sebagai calon juara.
Dan jika itu benar terjadi—klub Inggris mengangkat trofi di Indonesia—maka Piala Presiden 2025 akan tercatat sebagai edisi paling internasional dan tak terlupakan dalam sejarah turnamen ini.
