RADARCIREBON.TV— Piala Presiden baru saja dibuka, perjalanan pun masih panjang namun banyak pihak yang sudah menilai juara Piala Presiden sudah didepan mata.
Melihat daei pertandingan perdana, dua tim asing yakni Oxford United dan Thai Port FC mendominasi, keduanya menang meyakinkan atas Persib Bandung dan Indonesia Super League (ISL) All Star.
Persib adalah juara bertahan dua kali ISL, sehingga wajar jika banyak prediksi yang menyebut jika final ideal adalah mempertemukan Oxford United dengan Thai Port FC.
Baca Juga:Bojan Hodak Galau di Gebuk Thai Port FC : Saya Tidak Senang Bermain Disini, Kami Baru Latihan Seminggu,Kok Bisa?? Persebaya dan Malut Gagal Tampil di Asean Club Championship!! Gara-gara Apa?
Oxford United juga tak kalah mentereng, mereka menggulung tim yang diisi oleh para pemain pilihan ISL. Skornya oun sangat mencolok 3-6. Artinya, Oxford United mampu membantai tim yang berisikan bintang ISL.
Artificial intelegen (AI) juga sudah memperediksi berdasarkan hasil analisa yang tersedia di dunia maya. Berikut hasil prediksi AI yang disadur oleh redaksi RCTV.
Oxford United membuka Piala Presiden 2025 dengan cara yang tak hanya mengejutkan, tapi juga menggugah. Melawan skuad Liga Indonesia All-Stars—yang dihuni nama-nama pilihan dari Liga 1 dan dipimpin pelatih kawakan Rahmad Darmawan—mereka tampil trengginas. Skor 3-6 bukan hanya angka. Itu sinyal. Bahwa mereka bukan undangan basa-basi di turnamen ini. Mereka calon juara.
Banyak yang mencibir ketika nama Oxford muncul di drawing Piala Presiden 2025. Sebuah klub League One Inggris, bukan Premier League. Tapi tim ini datang dengan persiapan matang dan intensitas Eropa. Latihan penuh sebulan sebelum keberangkatan, ditambah pengalaman dari liga yang keras dan padat, membuat mereka tampil beda.
Lini serang mereka hidup. Organisasi pertahanan rapi. Dan di atas semua itu, mereka memiliki key player yang kini mulai jadi buah bibir di tribun penonton Indonesia: M Harris.
Key Player: M Harris, Sang eksekutor dari Oxford
Gelandang serang ini bukan tipikal pemain flamboyan. Ia tidak banyak gaya. Tapi setiap sentuhannya seperti punya magnet. Dua gol dilesakkan Harris saat membantai All-Stars. Ia tidak hanya pandai membaca permainan, tapi juga mengendalikan tempo. Sosoknya menjadi motor serangan yang tak kenal lelah. Koordinasi dengan rekannya, seperti Romeny dan Billy Bodin, membuat pertahanan lawan kerap kehilangan orientasi.
