Line Up Pasti di Final Piala Dunia Antarklub 2025, Chelsea FC Tetap Kalah Mentereng Ketimbang PSG

Cole Palmer Vs Dembele
Chelsea akan berusaha keras merusak mimpi PSG menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 Foto : chelsea.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – MetLife Stadium, tempat yang biasanya hanya dijejali konser dan pertandingan NFL, kini berubah jadi altar persembahan sepak bola.

Senin dini hari (14/7), pukul 02.00 WIB, dua kutub Eropa akan saling bertabrakan di Final Piala Dunia Antarklub 2025. PSG, sang maharaja sepak bola modern, bersiap menjadikan Chelsea sebagai bab tanpa judul dalam buku sejarah mereka.

Apa yang dimiliki Luis Enrique lebih dari sekadar taktik—ia punya orkestra penuh maestro. Gianluigi Donnarumma berdiri di bawah mistar seperti patung dewa Romawi yang siap menepis nasib buruk. Di depannya, benteng baja: Hakimi, Marquinhos, Lucas Beraldo, dan Mendes—kuartet cepat, kuat, dan, sialnya bagi lawan, kompak seperti tentara parade militer.

Baca Juga:Misi Mustahil? Chelsea Membekuk PSG, Ini Link Streaming dan Jadwal Kick Off Final Piala Dunia Antarklub 2025Chelsea Dianggap Underdog Lawan PSG, Reece James: Siap Bikin Kejutan!

Lini tengah PSG seperti laboratorium fisika: Vitinha yang jenius diam-diam, Joao Neves si penghubung dinamis dari Benfica, dan Fabian Ruiz—elegan dan mematikan. Tapi yang paling meresahkan tentu lini depan mereka: Dembele lincah seperti kilat, Kvaratskhelia menari dengan bola seperti pujangga patah hati, dan Desire Doue, bocah ajaib dari Rennes yang seakan diturunkan dari langit.

Rekor PSG? Tidak main-main. Tak terkalahkan dalam 16 laga terakhir semua kompetisi, menyingkirkan Bayern dan Real Madrid dengan skor meyakinkan di fase sebelumnya. Mereka bukan sekadar favorit, mereka nyaris tak mungkin dikalahkan.

Di sisi biru, Enzo Maresca memimpin skuad yang setahun lalu disebut “tumpukan uang tanpa jiwa”. Kini? Masih belum sempurna, tapi lebih hidup. Robert Sanchez di bawah mistar memang bukan penyihir, tapi setidaknya tidak pelupa.

Garis pertahanan Chelsea seperti puisi eksperimental—Malo Gusto yang berani, Colwill yang masih belajar, Reece James yang lebih sering cedera daripada main tapi tetap ditakuti, dan Cucurella yang lebih banyak berlari.

Lini tengah adalah titik terang: Caicedo dan Enzo Fernandez bisa jadi duet yang menumbangkan takdir. Pedro Neto, mantan Wolves yang tak kenal takut, dan Cole Palmer, anak muda yang kini jadi lilin penunjuk jalan. Di depan, Joao Pedro, si penyerang Brasil yang percaya diri seperti pembalap tanpa rem.

0 Komentar