Menggali Kisah Kemerdekaan di Cirebon: Suara Veteran dan Monumen yang Terlupakan

Taman Makam Pahlawan Kesenden, Cirebon
Foto: arsip pribadi (Radar Cirebon TV)
0 Komentar

“Kami berharap ada diorama dan museum di dalam monumen agar bisa menjadi sarana belajar,” kata Didi, yang juga mengelola Yayasan Pendidikan Veteran Kota Cirebon. Proposal pembangunan monumen tersebut telah mereka ajukan sejak tahun 1980-an, tetapi hingga kini belum teralisasi. Monumen Perjuangan yang ada saat ini dianggap masih kurang mampu menceritakan banyak hal.

Kondisi monumen di Cirebon memang memprihatinkan. Pada Hari Kemerdekaan ke-75, Monumen Perjuangan di Jalan Monumen tidak terlihat ada pemasangan bendera Merah Putih. Hal serupa juga terjadi di Tugu Kejaksan, yang dikenal sebagai Tugu Proklamasi.

Mustaqim Asteja, seorang pemerhati sejarah Cirebon, menjelaskan bahwa Tugu Kejaksan adalah saksi bisu dari peristiwa penting yang terjadi pada 15 Agustus 1945. “Mengapa Soedarsono? Sebab ia adalah tokoh besar di Jawa dan dokter di Rumah Sakit Oranye (sekarang RSD Gunung Jati). Namun, belum ada data pasti mengenai isi naskahnya,” terang Mustaqim, percaya bahwa naskah proklamasi yang dibacakan di Cirebon berbeda dengan yang disampaikan oleh Soekarno di Jakarta dua hari setelahnya.

Baca Juga:Hadiah Kemerdekaan ke‑80, Pemerintah Resmikan Libur Nasional 18 Agustus 2025Nova Arianto Jadikan Piala Kemerdekaan 2025 Modal Persiapan Ideal bagi Timnas U‑17 Menuju Piala Dunia

Tugu ini memiliki prasasti yang menegaskan peristiwa itu, menjadi pengingat bagi masyarakat akan semangat persatuan dalam perjuangan. Sayangnya, ingatan kolektif itu kini terancam memudar. Keberadaan monumen dan tugu yang kurang terawat menjadi simbol dari cerita-cerita perjuangan yang perlahan-lahan hilang.

Dengan jumlah saksi hidup yang semakin sedikit, para veteran menginginkan agar warisan perjuangan mereka tetap dikenang dalam memori bersama bangsa melalui monumen yang dapat “berbicara” kepada generasi mendatang. Mereka meyakini bahwa sejarah merupakan dasar yang harus selalu dilestarikan agar semangat juang tetap menyala.

Menjelang HUT- RI yang ke-80 ini, terdapat harapan sejarah kemerdekaan Cirebon tidak terlupakan begitu saja. Pemerintah Kota maupun Kabupaten Cirebon perlu memperbaiki sisa-sisa sejarah dan merawatnya, bukan diabaikan. Agar generasi muda Cirebon tidak melupakan sejarah dari tanah kelahirannya.

0 Komentar