RADARCIREBON.TV- Barcelona kembali menemukan bintang terang yang bisa menjadi simbol kejayaan mereka di masa depan.
Namanya Lamine Yamal, pemain berusia 18 tahun yang musim lalu tampil luar biasa bersama Blaugrana.
Usai mempersembahkan treble domestik pada musim 2024/2025 di La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan pujian setinggi langit kepada sang wonderkid.
Baca Juga:Rp Milyaran Dihabiskan untuk Dua Rekrutan Bintang, Persib Jadi Klub Termahal di BRI Super League Musim IniAmorim Sebut MU Belum Siap, Realitas Kelam Setan Merah Jelang Era Baru
Dalam wawancaranya usai menerima penghargaan Pelatih Terbaik dari Bild, Flick menyebut Yamal sebagai seorang “genius mutlak” dan meyakini sang pemain bisa menjadi salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola.
“Dia punya kualitas yang tidak bisa diajarkan. Keputusan-keputusan yang diambil di lapangan, visi, dan eksekusinya di usia 18 tahun sangat menakjubkan. Jika terus berkembang, saya yakin dia akan dikenang sepanjang masa,” ungkap Flick.
Perjalanan Gemilang Yamal
Kisah Yamal memang seperti meteorit yang melesat cepat. Sejak debut di tim utama Barcelona pada 2023, ia langsung mencuri perhatian dengan gaya bermain penuh percaya diri. Tidak butuh waktu lama, Yamal menjelma menjadi pemain inti dalam skuad utama.
Musim 2024/2025 menjadi panggung terbesarnya. Dari 55 penampilan di semua kompetisi, ia sukses mengemas 18 gol dan 21 assist. Catatan itu tidak hanya menjadikannya pemain muda paling produktif di Eropa, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai salah satu motor serangan utama Barcelona.
Situs analisis performa FotMob bahkan mencatat rata-rata penilaian Yamal di atas 8,0 per pertandingan, angka yang sangat jarang dicapai pemain seusianya.
Lebih dari sekadar angka, Yamal memperlihatkan kematangan yang melampaui usianya. Ia mampu menentukan jalannya pertandingan seorang diri, entah dengan umpan terobosan tajam, dribel eksplosif, atau penyelesaian akhir yang klinis.
Keberaniannya menghadapi bek-bek senior membuat banyak pengamat membandingkan kariernya dengan Lionel Messi saat masih remaja.
Strategi Jangka Panjang Barcelona
Baca Juga:Sesko Debut Starter di MU, Statistik Kontra Grimsby Bikin Geleng KepalaErick Thohir Soroti Kedatangan Thom Haye ke Persib, Pesan Penting untuk Apresiasi Pemain Diaspora di Liga 1
Barcelona tampaknya sadar betul bahwa Yamal adalah aset masa depan klub. Hansi Flick bersama tim pelatih telah merancang program khusus untuk mengembangkan sang pemain secara menyeluruh.
Fokusnya bukan hanya mempertajam kemampuan di sisi sayap, melainkan juga mengasahnya agar menjadi penyerang serba bisa.