Permintaan Maaf Kapolri Menggema Usai Rantis Brimob Tabrak Ojol! Tangis, Solidaritas, dan Harapan Kejelasan

Kasus Kematian Affan Kurniawan
Kapolri menyatakan rasa penyesalan yang mendalam dan meminta maaf sedalam-dalamnya atas insiden yang tersebar luas di media sosial. Foto: Radar Banjarmasin/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Gemparnya video viral sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob yang diduga melindas seorang pengendara ojek online (ojol) di kawasan Pejompongan, Jakarta, telah memicu beragam reaksi publik yang mendalam, termasuk permintaan maaf terbuka dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pada Kamis malam (28/8), Kapolri menyatakan rasa penyesalan yang mendalam dan meminta maaf “sedalam-dalamnya” atas insiden yang tersebar luas di media sosial.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang berupaya mencari keberadaan korban, serta telah menginstruksikan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menyelidiki peristiwa ini secara serius dan transparan.

Baca Juga:Ragam Emosi & Solidaritas! Ojol Bandung Bersatu untuk Affan Kurniawan, Driver yang Tewas Tertabrak RantisAksi Kemanusiaan Willie Salim di Tengah Duka, Dampingi Keluarga Affan Kurniawan Korban Ojol yang Tewas Dilinda

Kapolri juga menyalurkan permohonan maaf kepada korban, keluarganya, dan seluruh komunitas ojol yang terdampak emosional oleh kejadian itu.

Rekaman Viral yang Mengguncang

Video yang beredar di media sosial menampilkan momen saat rantis Brimob melaju di antara kerumunan massa di kawasan Pejompongan.

Di tengah upaya mengurai massa, kendaraan tersebut terlihat menabrak seorang pengemudi ojol yang berada di jalur lalu lintas. Korban tertabrak dan bahkan sempat terjepit di kolong kendaraan, sementara massa yang menyaksikan langsung bereaksi dengan mengerubungi kendaraan tersebut.

Namun, rantis justru melaju cepat, meninggalkan korban yang berada dalam keadaan kritis—mencerminkan kegentingan situasi dan kurangnya respons segera.

Kapolri Angkat Bicara, Antara Duka dan Harapan Transparansi

Pernyataan permintaan maaf dari Kapolri merupakan salah satu bentuk respons institusional pertama atas insiden tersebut.

Regulator utama keamanan negara tersebut menyampaikan penyesalan pribadi dan institusional, seraya memastikan bahwa Propam Polri aktif menyelidiki kejadian ini dengan harapan menemukan akar penyebab serta memberi keadilan bagi korban.

•Rasa Duka yang Berujung Protes Terstruktur

Ekspresi duka yang muncul di berbagai wilayah bukan sekadar retorika, ia berevolusi menjadi gelombang solidaritas nyata. Di Bandung, misalnya, komunitas ojek daring bangkit melakukan aksi simbolis sebagai bentuk dukungan atas nasib rekan mereka yang menjadi korban.

Baca Juga:Sesko Debut Starter di MU, Statistik Kontra Grimsby Bikin Geleng KepalaErick Thohir Soroti Kedatangan Thom Haye ke Persib, Pesan Penting untuk Apresiasi Pemain Diaspora di Liga 1

Solidaritas itu jadi bukti bahwa komunitas ojol tidak hanya bicara soal pekerjaan, tetapi juga menuntut perhatian terhadap keselamatan dan hak-hak dasar sebagai pekerja gig economy.

0 Komentar