3. Thiago Motta – Sang Inovator Muda
Thiago Motta mencuri perhatian kala membawa Bologna tampil impresif hingga bersaing di papan atas Serie A. Namun, petualangannya di Juventus tidak berjalan mulus.
Ia dipecat pada Maret setelah performa tim dinilai jauh di bawah ekspektasi. Kendati demikian, usianya yang masih muda dan ide-ide taktis segar menjadikannya kandidat potensial bagi klub yang berani memberi proyek jangka panjang.
4. Xavi Hernandez – Penerus Filosofi Positional Play
Legenda Barcelona ini sempat mempersembahkan gelar La Liga musim 2022/23. Filosofi permainan posisional yang ia terapkan konsisten dengan DNA Blaugrana.
Baca Juga:Sir Alex Ferguson Puji Empat Pelatih Ternama, Tiga Masih Sukses di Premier LeagueLegenda Lapangan! Dari Zidane hingga Conte, 5 Sosok yang Sukses sebagai Pemain dan Pelatih
Namun, dinamika ruang ganti serta tekanan eksternal membuat kariernya di Camp Nou berakhir lebih cepat. Xavi bisa menjadi pilihan bagi klub yang ingin membangun identitas permainan jelas dengan pendekatan berbasis penguasaan bola.
5. Zinedine Zidane – Sang Raja Liga Champions
Nama Zidane selalu identik dengan kesuksesan. Ia menorehkan catatan gemilang saat memimpin Real Madrid, termasuk tiga kali juara Liga Champions secara beruntun.
Meski demikian, Zidane sering disebut lebih cocok menangani tim bertabur bintang dibanding proyek pembangunan jangka panjang.
Untuk klub seperti West Ham atau Forest, Zidane bisa menghadirkan aura besar, tetapi juga butuh dukungan finansial besar agar sesuai dengan standar kerjanya.
Kesimpulan
Kelima pelatih ini punya daya tarik masing-masing. Namun jika harus menunjuk satu nama yang paling menjanjikan, Luciano Spalletti jelas berada di barisan terdepan.
Rekam jejaknya, kombinasi antara taktik progresif dan pengalaman juara, membuatnya menjadi kandidat paling logis bagi klub Premier League yang ingin membangun stabilitas sekaligus bersaing di level atas.