Praktik parkir liar di atas trotoar kawasan perjuangan masih menjadi masalah yang belum teratasi. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang pejalan kaki.
Parkir liar kendaraan roda dua milik siswa di kawasan Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, dikeluhkan warga karena menutup akses trotoar. Petugas Dinas Perhubungan menyebut, tindak lanjut awal yang akan dilakukan adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah terdekat.
Iman Nur Hakim, Kepala UPT Parkir Dishub, mengakui hingga kini belum ada solusi permanen berupa lahan parkir resmi di sekitar kawasan tersebut. Rencana penataan lokasi parkir baru akan dibicarakan lebih lanjut bersama pimpinan daerah.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Apresiasi Wajib Pajak Teladan – Video6 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Setda – Video
Petugas menegaskan, trotoar tetap harus difungsikan sebagaimana mestinya, yakni untuk pejalan kaki. Trotoar tidak boleh disalahgunakan sebagai lahan parkir liar.
Di sisi lain, Diding, seorang pengelola parkir tidak resmi, mengaku sudah dua minggu mengatur kendaraan siswa di trotoar. Ia menjaga motor sejak pukul enam pagi hingga enam sore dengan tarif sukarela, yaitu seribu hingga dua ribu rupiah per kendaraan.