RADARCIREBON.TV – Liga Prancis kembali mempertontonkan wajah aslinya: sebuah kompetisi domestik yang dipajang hanya untuk menunjukkan betapa Paris Saint-Germain berada di level berbeda. Dan Toulouse, klub yang malang itu, harus menjadi korban berikutnya. Di kandang sendiri, di hadapan publik yang seharusnya menjadi energi tambahan, mereka justru dihajar habis-habisan.
Babak pertama sudah cukup untuk menuliskan judul besar: PSG pesta gol, Toulouse jadi bahan tertawaan. Empat gol bersarang di gawang mereka hanya dalam kurun waktu 31 menit. Ironisnya, semua gol itu tercipta dengan pola yang hampir mirip: penguasaan mutlak, kombinasi cepat, lalu eksekusi klinis. Toulouse hanya bisa berlari-lari mengejar bayangan.
Joao Neves membuka neraka di menit ke-7. Tendangannya terlalu sulit untuk dijangkau kiper. Belum sempat para pendukung tuan rumah menenangkan diri, dua menit berselang Barcola menambahkan penderitaan. PSG sudah unggul 2-0 bahkan sebelum sebagian fans sempat duduk nyaman di kursi stadion. Toulouse? Mereka bahkan belum menyentuh bola di area PSG.
Baca Juga:Hasil Drawing Liga Champions 2025/2026: PSG Satu Grup Sama Barca & Bayern!PSG Kendur di Meja Negosiasi, Donnarumma Semakin Dekat ke Manchester City
Seakan ingin menunjukkan bahwa semua pemain PSG bisa mencetak gol sesuka hati, Joao Neves kembali mencatatkan namanya di menit ke-14. Gol keduanya itu bukan sekadar angka di papan skor, melainkan pesan keras: “Ini kandangmu? Kami tetap pesta.”
Ketika Ousmane Dembélé mendapat hadiah penalti di menit ke-31, banyak yang menduga Toulouse akan benar-benar roboh. Penalti itu sukses dieksekusi, menambah skor menjadi 4-0. Sebagian penonton tuan rumah bahkan mulai meninggalkan stadion. Mereka tahu, pertandingan sudah selesai bahkan sebelum babak pertama usai.
Namun, dalam sisa-sisa harga diri, Toulouse sempat mencuri satu gol melalui Creswell di menit ke-37. Gol itu ibarat setetes air di padang pasir, tak mengubah apapun, tapi setidaknya menyelamatkan dari rasa malu total. Skor 4-1 menutup babak pertama, tapi narasi pertandingan sudah jelas: Toulouse hanyalah karung pasir latihan PSG.
Toulouse Dikurung, PSG Main di Level Lain. Statistik babak pertama jadi saksi betapa timpangnya duel ini. PSG menguasai 78 persen bola, melepaskan tujuh tembakan, dan hampir semua peluangnya berbuah ancaman nyata. Sementara Toulouse hanya bisa mengandalkan serangan balik. Empat kali mereka mencoba, satu di antaranya berbuah gol. Sisanya? Hanya sekadar membuat kiper PSG tetap hangat agar tidak kedinginan.