Hasil Babak Pertama! Toulouse Vs PSG 1-4, PSG Dominan Disemua Lini

Barcola
Pemain PSG, Barcola mencetak gol ke gawang Toulouse Foto: PSG
0 Komentar

Toulouse memang seperti tim gurem yang dipaksa bermain di panggung besar. Supporter mereka boleh berteriak, tapi suara itu hanya menjadi gema di dalam stadion. Sebab, di atas lapangan, 11 pemain mereka dipaksa menonton parade kekuatan tim ibu kota.

Pertanyaan besar muncul: apakah ini masih disebut kompetisi? Jika satu klub bisa seenaknya mempermalukan lawannya di kandang lawan, dengan ritme yang hampir sama tiap pekan, apa gunanya 19 klub lain dalam Ligue 1?

PSG, Klub yang Bukan dari Liga Ini. Dominasi PSG di Ligue 1 sudah menjadi bahan olok-olok lama. Seakan-akan liga ini hanya diciptakan agar PSG punya ajang latihan sebelum tampil di Liga Champions. Toulouse hanyalah satu episode dari drama panjang itu. Musim demi musim, korban berganti. Kadang Lille, kadang Lyon, kadang Marseille, tapi naskahnya tetap sama: PSG terlalu besar untuk liga sekecil ini.

Baca Juga:Hasil Drawing Liga Champions 2025/2026: PSG Satu Grup Sama Barca & Bayern!PSG Kendur di Meja Negosiasi, Donnarumma Semakin Dekat ke Manchester City

Tentu saja, fans PSG bisa dengan bangga berkata: “Kami memang superior.” Ya, benar. Tapi keunggulan itu justru membunuh kompetisi. Di negara lain, persaingan masih hidup. Di Inggris, bahkan klub papan tengah bisa menjegal kandidat juara. Di Spanyol, Barcelona dan Real Madrid masih harus berhati-hati terhadap tim-tim seperti Sociedad atau Villarreal. Di Jerman, meski Bayern mendominasi, setidaknya Dortmund masih berani melawan. Di Prancis? Lawan-lawan PSG bahkan sudah menyerah sebelum peluit awal berbunyi.

Toulouse, Korban yang Tidak Sendiri. Yang dialami Toulouse bukanlah aib personal. Mereka hanya bagian dari daftar panjang korban PSG. Musim lalu, beberapa tim juga dihancurkan dengan cara yang sama. Skor besar, permainan timpang, dan dominasi total. Toulouse hanya kebetulan mendapat giliran lebih cepat musim ini.

Masalahnya, efek psikologis dari kekalahan seperti ini cukup parah. Bagaimana pemain Toulouse bisa kembali percaya diri jika dihancurkan di depan publik sendiri? Bagaimana mereka bisa berkata pada fans: “Kami akan bangkit,” jika realitanya mereka hanyalah pion kecil di papan catur PSG?

Ligue 1, Kompetisi yang Kehilangan Arti. Kemenangan PSG atas Toulouse bukan sekadar hasil pertandingan. Ia adalah cermin dari kondisi Ligue 1 saat ini. Liga yang seharusnya penuh intrik dan kejutan, berubah menjadi ajang pamer satu klub. Toulouse tidak kalah karena tidak punya semangat, mereka kalah karena sistem sudah tidak adil.

0 Komentar