Laga ini sekali lagi mengingatkan publik bahwa Old Trafford kini lebih sering jadi “Teater Deg-degan” ketimbang “Teater Impian”. Setiap kali United bermain, fans harus menyiapkan jantung baja. Bukan karena akan melihat pesta gol, melainkan karena terlalu sering menyaksikan drama tak menentu.
Ruben Amorim jelas punya PR besar. Lini belakang rapuh, lini tengah tak stabil, dan serangan masih bergantung pada kesalahan lawan. Menang 3-2 atas Burnley seharusnya bukan prestasi yang dibanggakan, melainkan alarm keras.
Pada akhirnya, Manchester United memang menang. Skor akhir 3-2 tercatat rapi di papan klasemen, Bruno Fernandes dipuji sebagai pahlawan, dan Ruben Amorim selamat dari headline memalukan. Tapi kalau melihat cara mereka bermain, sulit untuk merasa optimis.
Baca Juga:Cara Nonton, Live Streaming dan Cara Nonton Manchester United vs Burnley: Malam Penentuan Amorim?Pasca Dipermalukan Grimsby, Manchester United dan Amorim di Persimpangan Jalan
United seperti hidup dari belas kasihan momen, bukan dari kekuatan sistem. Hari ini penalti menyelamatkan mereka, besok siapa yang tahu?
Fans mungkin akan bersorak karena tiga poin, tapi di balik itu ada kenyataan pahit: tim sebesar United masih harus berterima kasih pada keberuntungan dan keputusan wasit. Jika begini terus, Old Trafford tak akan jadi tempat menakutkan bagi lawan, melainkan arena hiburan untuk mereka yang gemar melihat raksasa terengah-engah.
Dan Ruben Amorim? Untuk malam ini, ia bisa tidur lebih nyenyak. Tapi jangan terlalu lama, karena badai kritik pasti akan kembali datang, lebih cepat dari yang ia bayangkan.
Malam ini Manchester dapat dua hadiah, satu hadiah berbentuk gol bunuh diri lawan, dan hadiah kedua penalti diujung pertandingan.