RADARCIREBON.TV- Memasuki bulan puasa Ramadhan 1477 H di tahun 2026, banyak yang mencari tau terkait syarat sah puasa.
Puasa merupakan salah satu ibadah bagi umat muslim di seluruh dunia, dengan hukum wajib’ain atau kewajiban individu.
Untuk melakukan ibadah puasa ini, terdapat beberapa syarat kriteria bagi yang menjalankannya agar sah.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini (3/3) Turun Rp 13.000 per Gram, Cek Daftar TerbarunyaJadwal All England 2026 Hari Ini: 6 Wakil RI Main di Babak Pertama
Dengan syarat ini umat muslim dapat menjalani denga keabsahan puasa, dan bisa mendapatkan pahala yang sempurna dalam ibadahnya.
Syarat sah puasa sudah ditetapkan sedari masa Rasulullah SAW, dan sampai sekarang masih dijalani.
Berikut deretan syarat sah puasa, yang wajib kamu penuhi agar puasamu bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT:
Syarat Sah Puasa
1. Niat
Syarat utama yang wajib dilakukan adalah berniat agar umat muslim bisa jelas dan murni memiliki tujuan dalam pelaksanaaan puasa.
Niat puasa dilakukan sebelum fajar dengan niat khusus untuk melakukan puasa tersebut.
2. Beragama Islam
Untuk melakukan puasa Ramadhan, kamu merupakan bagian umat muslim, karena ini adalah salah satu rukun islam.
Rukun islam merupakan deretan amalan yang harus dijalanan sebagai umat mulsim.
3. Baligh
Baca Juga:Jadwal Final BWF German Open 2026 Hari Ini Live BadmintonButuh Uang Baru Untuk Lebaran! Mudah! Ini Cara Tukar Uang Baru 2026 di Bank Resmi
Ketika seorang umat muslim sudah sampai pada umur yang diwajibkan untuk menjalani syariat islam yaitu dikatakan baligh.
Umur baligh pada laki-laki dilihat ketika ia sudah mengalami mimpi basah atau ketika keluar air mani, dan sebaliknya bagi perempuan ketika sudah mengalami haid.
4. Berakal
Tak hanya aspek diatas, tapi berakal juga menjadi syarat utama untuk umat muslim menjalani puasa.
Orang yang berpuasa diharuskan memiliki akal yang sehat dan tidak dalam gangguan jiwa.
5. Mampu
Sehat secara jasmani dan rohani menjadi syarat sah puasa, dengan kemampuan dalam menjalaninnya.
Tidak sedang dalam keadaan sakit, melakukan perjalanan jauh atau musafir.
Ketika umat muslim sedang sakit atau melakukan pejalanan jauh, maka hal ini tidak diwajibkan untuk melakukan puasa, namun tetap harus bertanggung jawab untuk menggantinya di lain waktu.
6. Suci Haid dan Nifas
Bagi perempuan umumnya mengalami rutinitas bulanan yaitu haid, yang mana dalam kondisi ini, tidak sah hukumnya jika melakukan ibadah puasa.
