Namun bagi masyarakat, penahanan ini hanyalah permulaan. Yang lebih ditunggu adalah apakah kasus ini benar-benar akan menjerat semua pihak yang terlibat, atau hanya berhenti di satu nama yang mudah dikorbankan.
Kasus MY adalah potret nyata bahwa korupsi tidak selalu dilakukan oleh orang berseragam pejabat atau duduk di kursi empuk parlemen. Bahkan seorang staf administrasi bisa menggerogoti sistem hingga miliaran rupiah.
Rompi merah muda yang dikenakan MY malam itu bukan sekadar atribut tahanan. Ia adalah simbol ironi: betapa sebuah jabatan kecil bisa menghasilkan skandal besar ketika integritas ditukar dengan nafsu.
Baca Juga:4 Pendamping Tersangka Korupsi Pajak Apbdes Dari 80 Desa – Video7 Tersangka Termasuk Mantan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Setda Cirebon
Dan seperti biasa, publik hanya bisa berharap: semoga rompi itu bukan sekadar kostum sementara sebelum akhirnya berubah jadi kebebasan prematur di luar penjara. Karena jika itu yang terjadi, maka kasus MY hanyalah babak ulangan dari kisah lama: korupsi di negeri ini terlalu murah untuk dilupakan.
