Skotlandia Kian Perkasa: Bungkam Yunani 3-1 dan Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan di Kualifikasi Piala Dunia 2

Sepakbola Dunia
Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman yang tampil solid, tim berjuluk The Tartan Army berhasil menundukkan perlawanan sengit dari Yunani yang tampil agresif di babak pertama. Foto: Ig Scotlandnationalteam/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

Sebelum babak pertama berakhir, Skotlandia kembali menekan. Kali ini giliran McTominay yang hampir mencetak gol setelah menerima umpan dari Billy Gilmour, tetapi tendangannya hanya membentur tiang gawang. Babak pertama pun ditutup dengan skor imbang 1+1.

~Babak Kedua

•Perubahan Taktik Clarke Berbuah Emas

Memasuki babak kedua, pelatih Steve Clarke membuat perubahan taktik dengan menarik Ryan Christie dan memasukkan Lewis Ferguson untuk memperkuat lini tengah. Pergantian itu terbukti efektif. Skotlandia mulai mengontrol jalannya pertandingan, terutama dalam penguasaan bola dan transisi serangan.

Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-63. Dari skema sepak pojok, bola lambung McGinn disundul Robertson ke tengah, dan di sana McTominay muncul tanpa kawalan untuk menyambar bola dengan kaki kiri. Gol itu membawa Skotlandia kembali unggul 2-1.

Baca Juga:Kalah 2-3 dari Arab Saudi, Indonesia Masih Bisa ke Piala Dunia 2026? Ini Skenarionya!Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Laga Qatar vs Oman Berakhir Imbang 0-0

Yunani berusaha membalas, tetapi mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Skotlandia. Keputusan Clarke menurunkan dua gelandang bertahan tambahan membuat lini tengah mereka sulit ditembus.

Pada menit ke-78, Skotlandia menegaskan dominasi mereka. Kali ini serangan balik cepat dari sisi kanan yang dimotori Gilmour berujung pada gol ketiga. Ia mengirim umpan matang kepada Shankland yang berhasil mencetak gol keduanya malam itu dengan tembakan keras ke tiang jauh. Skotlandia pun unggul 3-1.

•McTominay dan Shankland Jadi Sorotan

Kemenangan ini tak lepas dari performa gemilang dua pemain kunci, Scott McTominay dan Lawrence Shankland. McTominay, yang kini tampil lebih ofensif di bawah arahan Clarke, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai gelandang serba bisa. Ia bukan hanya mencetak gol, tetapi juga berperan penting dalam membangun serangan.

Sementara itu, Shankland membuktikan dirinya layak menjadi ujung tombak utama. Striker Hearts tersebut kini telah mencetak empat gol dalam tiga pertandingan terakhir di babak kualifikasi, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak di grup.

Dalam wawancara usai pertandingan, Shankland mengaku bangga bisa berkontribusi bagi negaranya.

“Bermain di Hampden Park dan mencetak gol di depan publik sendiri adalah perasaan yang luar biasa. Tapi yang terpenting, kami tetap fokus menjaga momentum ini,” ujarnya kepada BBC Sport.

0 Komentar