Ramai Sosmed Booikot Trans7: Geram Santri NU Trans7 Dianggap Lecehkan Ulama Sepuh Lirboyo

heboh media sosial noikot trans7. Foto: tangkapan layar depan radarcirebon.tv
heboh media sosial noikot trans7. Foto: tangkapan layar depan radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV Gelombang kekecewaan masih datang dari kalangan Santri Terutana di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) di semua platform yang mengikuti viralnya sebuah narasi dan pernyataan yang ditayangkan di stasiun televisi TRANS 7.

Narasi yang dianggap tendensius, merugikan, dan tidak proporsional tersebut telah memicu kemarahan dan keresahan, terutama di lingkungan pondok pesantren yang menjadi basis utama NU.

Pernyataan yang disiarkan oleh TRANS 7 dalam sebuah program TRANS 7 dinilai telah mencederai marwah dan citra santri ,Ulama dan lembaga ponpes seolah-olah menggeneralisasi atau mendistorsi peran dan kontribusi santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:Kabar Duka! Jurnalis Palestina Saleh Aljafarawi Tewas Ditembak Kelompok IsraelKlasemen Liga Inggris: Liverpool vs Manchester City 2-0, Liverpool Tancap Gas

Langkah ini diambil menyusul beredarnya video siaran yang dinilai tidak mendidik dan melecehkan martabat ulama, khususnya terhadap kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH. Anwar Manshur.

“Redaksi kata-kata dalam video itu sangat tidak beradab dan cenderung melecehkan ulama. Seharusnya sebelum menayangkan pemberitaan, tim redaksi melakukan konfirmasi kepada pihak yang ada di dalam video,” kata Ketua LBH Ansor Kota Kediri, Bagus Wibowo, melalui keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).

LBH Ansor menilai pemberitaan berimbang menjadi syarat mutlak agar masyarakat mendapat pembelajaran yang benar, bukan framing negatif terhadap tokoh agama.

“Jangan sampai terkesan seolah-olah kiai ingin dihargai atau ingin mendapatkan uang. Ini bentuk pemberitaan yang tidak proporsional,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, LBH Ansor akan berkoordinasi dengan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Jika diperlukan, pihaknya juga akan sowan kepada KH Anwar Manshur untuk meminta arahan dan bimbingan.

“Pada prinsipnya kami mendukung kebebasan pers, namun kebebasan itu tidak boleh kebablasan. Pemberitaan harus tetap berimbang dan beretika,” tegas Bagus.

Ia menambahkan, peran kiai dan pesantren sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan sejak masa perjuangan kemerdekaan. “Ulama adalah bagian penting dari sejarah Indonesia, tidak pantas dijadikan bahan olok-olok dalam tayangan televisi,” ujarnya menutup pernyataan.

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2025 Kenaikan Sebesar Rp. 7000Isu Pernikahan Amanda Manopo dan Kenny Austin Ramai di Sosial Media

Di sisi lain, unggahan akun resmi Trans7 di Instagram langsung dihujani belasan ribu komentar warganet yang mengecam tayangan tersebut. Seruan #BoikotTrans7 pun ramai menggema di media sosial.

0 Komentar