Australia Open: Misi Fikri/Fajar Akhiri Kutukan Runner-up dan Raih Gelar Juara

Fajar/Fikri
Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia yang terdiri dari Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri Foto: Instagram Resmi @shohibfikri.fc
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Australia Open 2025 menjadi panggung krusial bagi ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar Alfian. Turnamen ini bukan hanya sekadar ajang penutup tahun, tetapi juga misi penting untuk mengakhiri kutukan runner-up dan membuktikan diri sebagai yang terbaik.

Sepanjang tahun 2025, Fikri/Fajar menunjukkan performa yang cukup stabil dengan meraih satu gelar China Open dan tiga kali menjadi runner-up di Korea Open, Denmark Open, dan French Open. Namun, hasil ini tentu belum memuaskan ambisi mereka untuk meraih lebih banyak gelar juara. Kegagalan di Hylo Open, di mana mereka hanya mencapai perempatfinal, semakin memotivasi mereka untuk tampil lebih baik di Australia Open.

“Kalau secara performa di lapangan ya saya sudah berusaha semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik, dan performanya juga enggak jelek-jelek banget. Tapi memang saya saja belum bisa mendapatkan gelar di setiap final,” ujar Fikri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga:King MU Bangkit! Manchester United Amankan Kemenangan Dramatis atas BrightonCerdas Hadapi Banjir: Bagaimana AI Menjadi Investasi Krusial bagi Bisnis di Indonesia

Fikri mengakui bahwa chemistry dengan Fajar sudah terjalin dengan baik, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Ya itu saja sih. Kalau chemistry sih di luar sama di dalam lapangan sama Aa Fajar sudah cukup baik,” tuturnya.

Namun, ia juga menyadari bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dari segi fisik dan mental. Persaingan yang semakin ketat dan jadwal turnamen yang padat menuntut mereka untuk selalu berada dalam kondisi terbaik. “Dan lawannya juga kemarin di final bagus juga sih Korea dan Jepang itu tapi yang cukup sayang sekali itu yang di Denmark Open sebetulnya,” kata Fikri, mengenang kekalahan di final Denmark Open yang cukup menyakitkan.

Australia Open menjadi kesempatan terakhir bagi Fikri/Fajar untuk membuktikan diri di tahun 2025. “Sisa 2 bulan lagi yang pasti masih ada pertandingan Australia saya mau memaksimalkan saja pertandingan terakhir di tahun ini. Siapa tahu bisa dapat hasil yang lebih baik lagi,” kata Fikri, penuh harapan.

“Ingin juara sih cuma kan enggak gampang,. Jadi ya step by step saja,” tegasnya. Dengan persiapan yang matang, mentalitas yang kuat, dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, Fikri/Fajar diharapkan mampu meraih gelar juara di Australia Open dan mengakhiri tahun 2025 dengan senyuman.

0 Komentar