Tanpa Mohammed Salah, Liverpool Tunjukkan Wajah Baru: Lebih Cepat, Lebih Kolektif

Sepakbola Dunia
Tanpa Salah, serangan Liverpool tidak lagi mengalir berat ke satu sisi. Pola mereka menjadi lebih simetris antara kiri dan kanan. Foto: Mosalah/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

Hal ini menunjukkan bahwa absennya Salah justru membuat tim kembali ke gaya “heavy metal football” yang sangat melekat pada Klopp di musim-musim awal kepelatihannya.

Peran Menonjol Para Pemain Pengganti

1. Darwin Nunez – Energi Penghancur Pertahanan

Tanpa Salah, Nunez mengambil lebih banyak peran sebagai pembuka ruang. Meski finishing-nya terkadang kurang konsisten, kontribusi lainnya sangat vital.

  • Menarik bek lawan keluar posisi
  • Menyediakan ruang untuk Díaz atau Jota
  • Mengejar bola liar dengan agresif
  • Serangan Liverpool menjadi lebih sulit ditebak karena Nunez tidak bergerak dalam pola yang kaku.

2. Luis Diaz – Paling Mencolok dalam Kreativitas

Baca Juga:Bruno Fernandes Menyala! Hattrick Spektakuler Bawa Portugal Pesta 9-1 dan Lolos ke Piala Dunia 2026Gattuso Minta Maaf untuk Italia: “Kami Tak Boleh Takut Lagi” Usai Kekalahan Memalukan 1-4 dari Norwegia

Diaz menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan. Tanpa kehadiran Salah sebagai focal point, Díaz memperoleh lebih banyak sentuhan di area penting. Ia kini bukan hanya winger, tetapi juga kreator dan pemecah kebuntuan dalam serangan.

Diaz terlihat lebih percaya diri melewati lawan, lebih banyak mencoba tembakan, dan beberapa kali berhasil mencetak gol dari pergerakan individu.

3. Diogo Jota & Cody Gakpo – Penutup Ruang dan Pencari Posisi Terbaik

Kedua pemain ini berperan sebagai stabilisator serangan. Jota dikenal memiliki sentuhan akhir tajam, sementara Gakpo mampu menahan bola dan mengatur alur serangan. Keduanya menjadi bagian penting dari struktur serangan baru Liverpool.

Perubahan di Lini Tengah: Dominasi Kontrol Tanpa Ketergantungan Serangan Sayap

Liverpool kini tidak lagi terlalu bergantung pada bola ke salah satu sisi. Ini membuat lini tengah memiliki porsi lebih besar dalam mengontrol ritme.

Pemain seperti Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, hingga Curtis Jones tampil lebih bebas dan kreatif. Dengan pergerakan yang lebih terpadu dan intensitas tinggi, Liverpool dapat menahan bola lebih lama di tengah serta memecah tekanan lawan.

•Efektivitas Pressing Meningkat Tanpa Salah

Bukan berarti Salah tidak bagus dalam pressing. Namun, pemain lain memiliki profil pressing yang lebih agresif dan “liar”. Jota, Diaz, dan Nunez adalah tipe pemain yang lebih suka menekan dengan kecepatan tinggi dan langsung mendekati bek lawan.

0 Komentar