RADARCIREBON.TV – Kurang dari sepekan menjelang pembukaan SEA Games 2025, Thailand sebagai negara tuan rumah dihadapkan pada tantangan besar yang mengancam kelancaran perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut. Tantangan ini datang bukan dari persiapan infrastruktur, melainkan dari bencana alam: banjir bandang parah yang melanda wilayah selatan negara tersebut.
Banjir yang meluas telah menenggelamkan sejumlah provinsi di Thailand bagian selatan, termasuk Songkhla, yang merupakan salah satu lokasi utama yang dijadwalkan untuk menyelenggarakan berbagai cabang olahraga. Kondisi ini menciptakan kekacauan signifikan. Banjir tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga membuat akses menuju venue pertandingan menjadi sulit, bahkan tidak mungkin dijangkau. Situasi ini secara langsung membahayakan jadwal yang telah ditetapkan dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan ribuan atlet, ofisial, dan delegasi yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Darurat Logistik: Pertandingan Sepak Bola Terpaksa Pindah ke Ibu Kota
Komite Penyelenggara SEA Games Thailand (THASOC) segera berada dalam mode darurat untuk mengatasi krisis ini. Salah satu dampak paling signifikan dari bencana alam ini adalah keputusan untuk memindahkan lokasi pertandingan.
Baca Juga:Kamboja Mundur Total, Timnas U23 Indonesia Dihadang Format Group of Three!Jadwal Kritis Maung Bandung: Final Penentu ACL 2 Kontra Bangkok United Tayang Live RCTI
Cabang olahraga sepak bola, yang selalu menjadi magnet utama SEA Games, menjadi yang pertama terkena imbas relokasi. Pertandingan yang semula diagendakan berlangsung di Songkhla, terpaksa dipindahkan ke ibu kota, Bangkok. Keputusan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan langkah penyelamatan besar-besaran untuk memastikan kompetisi dapat tetap berjalan. Sebagai contoh, pertandingan yang melibatkan beberapa grup penting dipastikan kini akan diselenggarakan di stadion utama seperti Rajamangala Stadium di Bangkok.
Relokasi ini, meskipun mendesak, menimbulkan kerumitan logistik yang luar biasa. THASOC kini harus bekerja ekstra keras untuk mengatur ulang akomodasi, transportasi, dan jadwal latihan bagi tim-tim yang lokasi tandingnya berubah mendadak, seperti yang dialami oleh Timnas U23 Indonesia dan tim-tim lain yang terdampak.
Ujian Terberat bagi Thailand sebagai Tuan Rumah
Ancaman ini tidak hanya menimpa sepak bola. Sejumlah cabang olahraga lain yang rencananya digelar di provinsi selatan kini juga berada di bawah ancaman penundaan atau pemindahan lokasi, menciptakan ketidakpastian besar bagi negara-negara peserta, termasuk Indonesia. Dengan upacara pembukaan yang hanya tinggal menghitung hari, Thailand sedang menghadapi ujian terberatnya sebagai tuan rumah.
