RADARCIREBON.TV – Eks penyerang Everton, Ayegbeni Yakubu, angkat suara tentang set piece Arsenal yang menuai banyak kritik.
Ia menegaskan bahwa dominasi Arsenal dari situasi bola mati bukanlah masalah selama The Gunners terus meraih kemenangan.
Jelang duel menghadapi Bayern Munich, Arsenal mencatatkan 24 gol musim ini lewat kondisi bola mati. Bukti terbaru datang dari Jurrien Timber, yang membuka skor usai 22 menit lewat skema sepak pojok yang jelas dirancang dari sesi latihan Mikel Arteta.
Baca Juga:Chelsea Kembali Naksir Mike Maignan, Bursa Kiper Elite Mulai PanasChelsea Temukan Permata Brasil Lagi, Talenta 16 Tahun Ini Disebut Reinkarnasi Estevao
Bayern Munich sesungguhnya telah mewaspadai ancaman itu. Harry Kane memperingatkan timnya supaya tidak memberikan terlalu banyak sepak pojok kepada Arsenal, sedangkan Joshua Kimmich menilai Arsenal bergantung pada bola mati dan mengutamakan umpan panjang.
Akan tetapi, pengetahuan tak cukup untuk menghentikan Arsenal. Bayern tetap saja sulit mengantisipasi variasi bola mati The Gunners dan kalah 1-3. Tren yang kini mulai ditiru banyak klub Premier League yang terbukti sangat efektif.
Yakubu membenarkan Arsenal terlalu mengandalkan bola mati yang selalu menjadi sindiran penggemar klub lain.
“Itu tidak penting bagaimana kamu memenangkan pertandingan. Yang penting adalah menemukan cara untuk menang,” jelas Yakubu.
Arsenal kali ini berada di puncak klasemen Premier League serta Liga Champions. Dominasi Arsenal dari bola mati baik dari sepak pojok serta tendangan bebas sudah menjadi senjata utama yang sulit ditahan lawan, walau ancamannya sudah disadari banyak klub.
Dengan hasil konsisten dan efektivitas yang tinggi, pendekatan taktis Arsenal memang sangat efektif. Selama kemenangan terus datang, kritik untuk gaya bermain mereka tak akan berpengaruh.
Yakubu menyatakan bahwa pragmatisme Arsenal bukanlah hal yang harus dibahas. Selama Arteta mampu mengantarkan kemenangan, gaya bermain apa pun akan dinilai efektif.
Baca Juga:Pep Guardiola Sudah Bilang 7 Tahun Lalu, Sekarang Semuanya Mulai TerbuktiTanpa Banyak Andalan Keturunan, Skuad Timnas Indonesia Siap Mengamuk di SEA Games 2025
Yakubu menambahkan, pada akhirnya, gaya bermain yang tak efektif cuma akan membuat pelatih dipecat dari klub.
“Kalau kamu tidak menang, kamu dipecat. Sekarang lihat tim-tim di Premier League: mereka bermain sangat bagus dengan variasi operan pendek dan panjang. Kiper pun harus benar-benar mahir menggunakan kakinya. Sepak bola sekarang jauh lebih berkembang dibanding sebelumnya,” pungkasnya.
