Sementara itu, seorang gelandang Sunderland menambahkan bahwa transisi Liverpool, baik bertahan maupun menyerang, berjalan dengan sangat cepat. Bahkan ketika Sunderland mencoba menyerang balik, The Reds mampu menutup ruang dalam hitungan detik.
“Kami benar-benar terkejut. Rasanya seperti menghadapi dua Liverpool berbeda dalam satu pertandingan. Ketika kami pikir mereka akan menyerang dari tengah, mereka tiba-tiba memusatkan permainan di sayap. Ketika kami kunci lebar, mereka menyerang dari half-space,” katanya.
•Perubahan Besar di Lini Serang Liverpool
Selain perubahan formasi saat bertahan dan menyerang, Liverpool juga menunjukkan pola baru dalam hal rotasi pemain depan. Penyerang Liverpool tampak lebih cair, tidak terpaku pada posisi tradisional. Pemain nomor 9 bisa tiba-tiba turun ke tengah, membuka ruang bagi winger untuk masuk ke dalam kotak penalti.
Baca Juga:Matcha vs Taro: Pertarungan Dua Rasa Kekinian yang Merebut Hati Gen Z, Mana yang Lebih Populer?Mau Ganti HP Tanpa Bikin Dompet Menjerit? Ini 5 Online Store Terpercaya, Kredit Mudah dan Aman
Hal ini membuat para bek Sunderland kebingungan menentukan siapa yang harus dijaga. Alih-alih bermain dengan marking yang stabil, mereka sering berpindah-pindah mengikuti gerakan pemain Liverpool, sesuatu yang melelahkan secara fisik maupun mental.
Salah satu bek Sunderland mengakui bahwa pergerakan para penyerang Liverpool sangat sulit diprediksi. “Mereka tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas. Begitu kami menjauh sedikit, mereka langsung memanfaatkan celah tersebut.”
Manajer Sunderland: “Ujian yang Sangat Bagus Bagi Kami”
Meski Sunderland kalah dalam pertandingan tersebut, sang manajer justru menganggap pengalaman ini sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga. Ia menilai bahwa bermain melawan tim dengan kualitas taktik setinggi itu akan membantu para pemainnya berkembang.
Menurutnya, perubahan Liverpool adalah bukti bahwa mereka sedang membangun ulang fondasi permainan. Hal ini penting mengingat persaingan Liga Inggris semakin ketat, dan tim besar pun harus terus beradaptasi.
“Kami tidak hanya kalah dari kualitas individu pemain, tetapi juga dari kecerdasan taktik mereka. Liverpool bukan hanya kuat, tetapi sangat disiplin dalam menerapkan ide permainan baru. Ini memberi kami banyak pelajaran,” ujar sang pelatih.
•Liverpool Mengirim Sinyal Bahaya untuk Musim Mendatang
Reaksi para pemain Sunderland ini memperkuat pandangan banyak pengamat sepak bola bahwa Liverpool sedang menuju babak baru dalam perjalanan mereka. Perubahan taktik yang lebih modern, ditambah pemain-pemain muda yang energik, membuat The Reds tampil lebih kaya variasi.
