Lawan Malaysia, Voli Putri Indonesia Diprediksi Bakal Menang Muda di Sea Games 2025, Ini Jadwal Lengkapnya!

timnas voli putri indonesia
Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Iran di Final Asian Youth Games 2025. Foto: instagram/@bayg.bh
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Timnas voli putri Indonesia membawa optimisme besar jelang duel pembuka melawan Malaysia pada ajang bola voli indoor SEA Games 2025. Partai krusial ini akan digelar 10 Desember 2025 dan menjadi langkah pertama Megawati Hangestri serta rekan-rekannya dalam perjalanan mereka di Pool B. Seluruh pertandingan akan disiarkan langsung oleh MNCTV, sementara penonton yang ingin mengikuti jalannya kompetisi melalui gawai dapat menyaksikan via RCTI+ dan Vision+ dengan berlangganan paket Premium Sports.

Peluang Indonesia: Di Atas Kertas Unggul Jauh

Melihat peta kekuatan antarnegara di Pool B, posisi Indonesia cukup solid. Vietnam yang menempati peringkat 28 dunia memang masih menjadi unggulan utama, tetapi Indonesia, yang duduk di ranking 70 FIVB per 13 Oktober 2025 masih berada jauh di atas Malaysia. Negeri Jiran maupun Myanmar bahkan tidak tercatat dalam ranking resmi FIVB, menunjukkan minimnya aktivitas internasional dan rendahnya eksposur mereka pada kompetisi global.

Dari sisi pengalaman, Tim Merah Putih jelas punya keunggulan. Mayoritas skuad Indonesia musim ini diisi pemain-pemain yang kenyang tampil di level Asia, termasuk Megawati Hangestri yang semakin matang setelah tampil di liga Korea dan Turki. Kehadirannya sebagai opposite utama menjadi faktor pembeda yang sulit ditandingi blok Malaysia yang selama ini menjadi titik lemah mereka.

Baca Juga:Voli Putri SEA Games 2025: Timnas Indonesia vs Malaysia Live Secara Langsung di MNCTVAda Megawati Hangesti! Daftar Lengkap Skuad Timnas Voli Putri di SEA V League 2025! Pasti Seru!

Pelatih Indonesia yang terus fokus pada kestabilan receive dan variasi quick attack disebut telah menyiapkan skema permainan agresif sejak set pertama. Rata-rata serangan pertama Indonesia di laga-laga internasional terakhir menunjukkan efisiensi yang meningkat, terutama dari sektor middle blocker yang kini mulai produktif.

Malaysia: Tim Muda dengan Agresivitas Tinggi

Meski tidak diunggulkan, Malaysia bukan tanpa potensi kejutan. Mereka membawa skuad muda berusia 18–22 tahun dengan stamina tinggi dan pola permainan cepat. Namun, inkonsistensi adalah masalah utama. Dalam beberapa turnamen ASEAN terakhir, Malaysia kerap tampil menjanjikan di awal tetapi runtuh pada momen-momen krusial, terutama ketika menghadapi tim dengan serangan berat seperti Indonesia.

Secara statistik, Malaysia juga sering kesulitan menghadapi pemain bertipe “power hitter.” Hal ini terlihat dari catatan mereka ketika berhadapan dengan Thailand atau Filipina, di mana servis jump float dan spike keras menjadi titik yang tak mampu mereka tangkal.

0 Komentar