Meski sistem online sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya, tetap ada beberapa masalah yang kerap dialami peserta.
1. Gagal Verifikasi Wajah
Biasanya terjadi karena pencahayaan kurang atau wajah tidak sesuai foto KTP.
Solusi: Lakukan wawancara di tempat terang dan pastikan wajah terlihat jelas.
2. Dokumen Ditolak
Scan dokumen buram atau tidak lengkap menyebabkan penolakan.
Solusi: Foto ulang dokumen dengan kualitas HD.
3. Nomor KPJ Tidak Sesuai
Baca Juga:Energi Kosmik Mengguncang Capricorn: Prediksi Lengkap Soal Cinta, Rezeki, dan Karier Hari IniOphiuchus, Sang ‘Zodiak Ke-13’ yang Menghebohkan Dunia: Mengapa Banyak Publik Menolak Keberadaannya?
Masalah ini sering terjadi pada pekerja yang memiliki lebih dari satu KPJ.
Solusi: Lakukan penggabungan KPJ melalui kantor BPJS atau layanan online.
4. Rekening Tidak Valid
Nama rekening berbeda dengan e-KTP.
Solusi: Gunakan rekening atas nama pribadi, bukan orang lain.
Apakah Pencairan Online Aman?
BPJS menggunakan sistem enkripsi dan verifikasi dua langkah, termasuk verifikasi wajah dan cross-checking database Dukcapil. Seluruh proses juga terekam dalam sistem. Dengan demikian, layanan ini cukup aman selama peserta tidak membagikan data pribadi kepada pihak lain.
Kesimpulan
•Layanan Modern yang Lebih Memudahkan Pekerja Indonesia
Digitalisasi layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui Lapak Asik Online telah menjadi solusi tepat bagi masyarakat modern. Dengan proses yang lebih cepat, mudah, dan transparan, pencairan JHT kini tidak lagi menjadi proses yang merepotkan.
Peserta cukup menyiapkan dokumen yang diperlukan, mengikuti alurnya, dan menunggu dana cair ke rekening. Layanan ini sangat membantu pekerja yang berada jauh dari kantor cabang atau tidak memiliki waktu untuk antre.
