2. Pengaruh pada Kualitas Tidur Anak
Masih dari penelitian yang sama, anak yang rutin makan ikan juga memiliki kualitas tidur lebih baik. Tidur yang cukup secara langsung meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar.
3. Studi pada Orang Dewasa dan Lansia
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi ikan kaya omega-3 memiliki volume otak lebih besar pada area yang berkaitan dengan memori, dan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami penurunan fungsi kognitif atau demensia.
Artinya, manfaat ikan tidak hanya untuk kecerdasan anak, tetapi juga untuk mempertahankan ketajaman pikiran saat dewasa.
Jenis Ikan yang Paling Baik untuk Otak
Baca Juga:Hentikan Cantengan Sebelum Terjadi: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Selamatkan Kuku Kaki AndaUjian Terakhir di Wembley: Inggris Tantang Jepang & Uruguay Jelang Piala Dunia 2026
Tidak semua ikan memiliki kandungan omega-3 dalam jumlah yang sama. Berikut adalah jenis ikan yang sangat direkomendasikan untuk mendukung kecerdasan.
1. Salmon
Merupakan raja omega-3. Salmon punya kadar DHA dan EPA tertinggi di antara ikan konsumsi. Sangat baik untuk perkembangan otak bayi dan anak-anak.
2. Ikan kembung (mackerel)
Lebih murah dari salmon namun kadar omega-3 nya juga tinggi. Cocok untuk konsumsi rutin bagi keluarga Indonesia.
3. Tuna
Mengandung DHA cukup tinggi, mudah ditemukan, dan bisa dimasukkan dalam berbagai masakan.
4. Sarden
Selain omega-3, sarden kaya vitamin D dan kalsium yang berperan untuk kesehatan saraf.
5. Ikan teri
Meskipun kecil, ikan teri mengandung DHA cukup tinggi dan mudah dicerna anak-anak.
6. Ikan lele
Lele tidak setinggi ikan laut dalam, namun tetap mengandung omega-3 dan relatif aman dari merkuri.
Bagaimana Omega-3 Bekerja Meningkatkan Kecerdasan?
Baca Juga:Mohamed Salah vs Arne Slot: Ketegangan Memuncak dan Masa Depan di Ujung PisauDari Krisis ke Keyakinan: Mengapa Xabi Alonso Bersikeras Bahwa Real Madrid Masih Mendukungnya
Ada beberapa mekanisme biologis yang menjelaskan bagaimana ikan membantu otak berkembang lebih optimal.
1. Melapisi Saraf dan Mempercepat Pengiriman Sinyal
DHA membantu membentuk mielin, lapisan pelindung saraf. Makin tebal mielin, makin cepat sinyal dikirim antar sel otak.
2. Mencegah Kerusakan Sel Otak
Omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi kuat. Radikal bebas dan inflamasi bisa merusak sel otak dan mengganggu daya ingat.
3. Membantu Produksi Hormon Emosi
Kombinasi DHA, EPA, dan vitamin D berperan dalam membentuk serotonin dan dopamin, hormon yang memengaruhi suasana hati dan motivasi belajar.
